Kelir Getih (Layar Berdarah)
Di bawah koordinat itu, ada tulisan, kali ini dalam aksara Jawa kuno:
“Malam ini, bukan Parikesit yang kami cari, Arjuna. Tapi ibunya.”
“Kirana,” Raka berbisik, mencengkeram lengan Kirana yang sudah membidik ke petugas polisi. “Mereka tahu kita lari. Mereka punya korban baru. Bukan Parikesit … tapi … Ibunya Parikesit.”
Kirana menoleh, raut wajahnya yang keras berubah menjadi ketakutan. “Ibunya Parikesit … Subadra?”
“Tidak, Kirana. Subadra sudah mati jauh sebelum Parikesit lahir dalam konteks ini. Lakon Parikesit dimulai setelah kehancuran. Ibunya yang sebenarnya, dalam tradisi jawa, adalah—”
Sikat na Kabanata