Sekretaris Rasa Istri
teriak Adrian berdiri memandang Amara yang membalas dengan memandang pula.
Amara yang kesal melihat kemarahan Adrian padanya ikut berdiri dan berkata, “Karena saya di gaji, maka saya stop obrolan Bapak dengan teman-teman Bapak! Sudah hampir dua jam Bapak meninggalkan pekerjaan. Ada berkas urgent, ditunggu bagian marketing dan operasional! Kalau mau mengobrol tanpa ingat waktu, harusnya buat janji di luar. Jangan di kantor! Saya ingatkan Bapak juga. Saya disini sekretaris yang dibayar!”
Usai mengatakan hal itu, Amara menganggukkan kepalanya dan berucap. “Selesai ditandatangani, telepon saya!”