Bukan Wanita Simpanan
kata Nada menuntun Dinara naik tangga menuju ruang HRD.
"Apa aku bisa, Nad? Aku bukan fresh graduate," bisik Dinara.
"Bisa, lah. Kamu 'kan pintar, jadi kamu harus yakin." Nada menatap teduh ke dalam menik coklat sahabatnya. "Semua akan baik-baik saja. Kamu harus bisa, demi Azka."
Dinara mengangguk dengan senyum lebar, ia seakan kembali mendapatkan semangatnya