LOGINAmara wanita cantik mantan anak orang kaya harus bekerja dengan membawa MEMO ke sebuah perusahaan milik sahabat papanya yang kini telah stroke akibat perusahaannya Bangkrut oleh mama tirinya. Karakter Amara yang bicara blak-blakan dan ikut campur mendisplinkan karyawan di perusahaan tersebut sebagai sekretaris membuat beberapa staf tidak menyukai dirinya. Perjodohan yang dilakukan oleh orang tua Adrian, sang bos dengan Amara ditolak mentah-mentah, karena Adrian masih mencintai mantan pacarnya yang seorang artis sinetron. Namun, orang tua Adrian tidak setuju hubungan putranya dengan artis tersebut, saat melihat artis sinetron itu masuk ke dalam hotel bersama seorang pengusaha. Namun, berjalannya waktu Adrian pun semakin menyukai Amara yang dinilainya sebagai wanita perfect. Tetapi beberapa sosok yang pernah hadir dalam kehidupan Amara, nyaris membuat kacau balau hidup gadis cantik itu, saat bertemu dengan lawan-lawannya yang membenci dirinya. Baik itu dari mantan mama tirinya, Maya. Sepupu Adrian sang bos, Nazwa. Mantan pacar Adrian yang seorang artis, Tania. Bahkan mantan Amara sendiri yang telah menikahi sahabat karibnya, Rani. Sampai akhirnya, masa lalu lain dalam hidup Amara terkuak dalam sebuah Video yang tak disadarinya. Akankah Adrian sang bos yang telah jatuh hati dan sangat bucin dengan Amara, akan meninggalkan sang sekretaris yang mempesona dan nyaris sempurna? Dijamin SERUđ„
View MoreâAmara, aku nggak tahu harus mulai dari mana,â suara Dhendy di ujung telepon terdengar berat, seperti menahan beban yang sudah lama dipikulnya. âAku cuma ingin kamu tahu, aku nggak pernah berniat menyakitimu.âAmara duduk di sofa kecil di apartemennya, menatap jendela yang memperlihatkan langit Jakarta yang kelabu sore itu. Telepon genggamnya terasa dingin di tangan. Setelah pertemuan emosional dengan Rani di rumah sakit kemarin, Amara merasa jiwanya seperti terbelah. Rani, sahabatnya sejak SMA, telah mengaku menipu Dhendy lima tahun lalu, membuat Dhendy percaya bahwa anak yang dikandung Rani adalah darah dagingnya. Kini, Rani terbaring lemah di rumah sakit, melawan penyakit yang perlahan merenggut nyawanya. Amara menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab.âDhend, aku juga nggak tahu harus bilang apa. Rani ceritain semuanya ke aku. Soal kebohongannya, soal anak itu⊠Aku cuma perlu tahu, kamu sekarang di posisi apa?âDi ujung sana, Dhendy terdiam sejenak. Amara bisa mendengar suara na
âAmara, tolong⊠dengar aku dulu,â suara Rani lemah, nyaris tersendat, dari balik selimut rumah sakit yang menutupi tubuhnya yang kurus. Ruangan berbau antiseptik, hanya ada suara monitor jantung yang berdetak pelan di samping ranjang.Amara berdiri kaku di dekat pintu kamar rawat inap. Tas kerjanya masih digenggam erat, seolah menjadi tameng dari gelombang emosi yang tiba-tiba menerpanya. Ia baru saja pulang dari kantor, masih mengenakan blazer navy dan rok pensil yang rapi, ketika mendapat pesan dari Lily bahwa Rani ingin bertemu. Amara hampir menolak, tapi ada sesuatu dalam nada Lily yang membuatnya datang ke rumah sakit ini.âDengar apa lagi, Rani? Setelah semua yang kamu lakukan?â Amara menatap wajah pucat Rani, yang dulu begitu cantik dan penuh pesona. Kini, wajah itu hanya menunjukkan kelelahan dan penyesalan. âLima tahun lalu, kamu menghancurkan hidupku. Apa lagi yang mau kamu katakan?âRani menarik napas dalam-dalam, matanya berkaca-kaca. âAku tahu aku salah. Aku nggak minta k
âAmara, kamu yakin mau resign? Adrian nggak akan senang dengar ini,â kata Lily, memandang Amara dengan alis terangkat, sambil menyandarkan tubuhnya di meja resepsionis kantor. Ruang lobi perusahaan yang megah dengan lantai marmer dan dinding kaca itu terasa lebih dingin dari biasanya, mungkin karena suasana hati Amara yang sedang kacau.Amara menarik napas dalam, menatap map berisi surat pengunduran dirinya. âAku nggak punya pilihan, Lil. Lima tahun di sini, aku cuma jadi bayang-bayang Adrian. Aku capek.â Suaranya pelan, tapi tegas.Lily mengangguk kecil, tapi matanya menyiratkan ada sesuatu yang ingin dia katakan. Sebelum Amara berbalik menuju ruang rapat untuk mengumumkan keputusannya, Lily memegang lengannya. âTunggu, Mar. Ada sesuatu yang harus kamu tahu⊠soal Rani.âAmara membeku. Nama Rani, sahabat yang dulu begitu dekat, kini terasa seperti luka yang baru disobek lagi. âRani? Apa lagi? Aku nggak mau dengar apa-apa tentang dia, Lil. Dia sudah menghianatiku dengan Dhendy, dan sek
âApa maksudmu, Mara? Kamu mau batalkan pernikahan sama Adrian?â Suara Sukoco parau, hampir tak terdengar, dari ranjang sederhana di kamarnya. Ia berbaring dengan tubuh lemah, satu sisi wajahnya sedikit merosot akibat stroke yang menyerangnya setahun lalu. Matanya yang redup menatap Amara, penuh kebingungan dan kekhawatiran.Amara duduk di sisi ranjang, memegang tangan ayahnya yang kurus. Ruangan kecil di rumah sederhana mereka di pinggiran Jakarta terasa pengap, meski jendela terbuka lebar. Bau obat-obatan dan minyak kayu putih samar-samar tercium. Amara menarik napas dalam, berusaha menahan emosi yang bergolak di dadanya. âIya, Yah. Aku nggak bisa lanjut. Adrian⊠dia nggak jujur sama aku.âSukoco menggeleng pelan, gerakannya tersendat. âMara, kamu tahu Adrian anak baik. Erna dan Atmaja sudah anggap kamu seperti anak sendiri. Apa sih yang sebenarnya terjadi? Ceritain sama Ayah.âAmara menunduk, jari-jarinya meremas lembut tangan ayahnya. Ia teringat malam sebelumnya, ketika Lily, tema


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.