The Architecture of Us
Auren Navégambar sedih menangiskering sudah air matakudialog batu menangispap mata menangis
Pria kaku yang dulu selalu bergerak cepat berdasarkan target juga angka, kini menjelma menjadi arsitek yang paling sering mengulur waktu.
Arga membuka laci meja kerjanya yang paling bawah. Di sana, tergeletak selembar kertas robekan agenda yang sudah lecek, kertas kesepakatan garis batas dua meter yang ditandatangani dengan berantakan oleh Ghea. Arga menatap coretan tangan itu cukup lama.
Dia sudah kembali ke kehidupannya yang dulu. Dingin, kaku.
Namun, Arga tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ada satu ruang kosong di dadanya yang kini tidak akan pernah bisa diisi oleh apa pun.