Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
City Light

City Light

-o0o- Satu meja diisi oleh sepuluh orang. Aku mendapat meja nomor tujuh bergabung dengan tamu yang lain. Itu bukan keinginanku, si 'tuan rumah' yang mengatur tempat duduk para tamu. Di atas meja telah disediakan beberapa alat makan. Di tengah-tengah aula terdapat meja yang lebih besar dengan dekorasi paling indah, meja itu khusus untuk keluarga Ji. Entah berapa puluh lampu yang menggantung di langit-langit, entah berapa jenis bunga menghiasi setiap sudut aula sehingga memberi aroma wangi yang menyegarkan. Parfum para tamu beradu menjadi satu, mereka membicarakan si tuan rumah dari mulut ke mulut dan mulai menyebar gosip paling lezat untuk dikonsumsi. Tidak heran, pesta seperti ini menjadi aj
103.6K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as arti lights
Read
+Library
ARTUR

ARTUR

Dan tuan Arfan menganggapku adalah orang itu dan masa keemasan ini akan segera berganti dengan kemunduran yang pesat karena itu pula tuan Arfan mengangkatku sebagai murid nomer satunya dan mengajarkan semua yang dia ketahui padaku. >> Tuan Arfan melihat batu yang di bentuk sedemikian rupa sebagai penunjuk waktu yang mengandalkan sinar matahari jam sudah menunjuk pukul sembilan tapi Artur tak juga bangun. Walau tuan Arfan adalah seorang pejuang dan seorang yang berilmu tinggi namun dia seorang yang sangat lucu dan suka bertingkah sembrono. Karena tau sudah siang namun Artur belum bangun dia menyuruh semua muridnya berkumpul dan masuk ke kamar Artur untuk berakting sedih seakan-akan Ken sudah
102.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as arti lights
Read
+Library
Black Light

Black Light

Sosok hitam yang tak dapat dilihat mata telanjang itu benar-benar berhasil memanen kristal jiwa, seolah menyatu dengan asap dan udara dia memetik kristal-kristal jiwa bagaikan memetik anggur. "Huahahahahahahahhahahahahahahahahahahaha...ternyata ini sangat menyenangkan, Aku benar-benar menikmatinya" Meskipun tawanya menggema dengan keras, namun manusia biasa tak dapat mendengar ataupun melihatnya. Rue benar-benar sudah menjadi sang pencabut nyawa! HUAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA
103.9K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as arti lights
Read
+Library
Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Ruangan itu mengandalkan cahaya remang-remang dari lampu LED dan sistem pencahayaan sentral yang diatur di beberapa titik dan dilengkapi dengan berbagai sistem canggih untuk mendukung kelangsungan acara. Pintu kubikal di depan Reagan terbuka. Sebuah robot fiktif hologram dengan berbasis teknologi Artificial Intelligence berdiri di dekat layar besar yang menampilkan gulir tugas yang telah dikirimkan ke surel dua finalis. Reagan menatap layar besar, begitu juga dengan seseorang di sampingnya. Menganalisis masalah siber dan menemukan solusinya. Wanita hologram itu terus bicara, memberikan pengarahan sebelum akhirnya memberikan aba-aba untuk para finalis melakukan tugas mereka.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as arti lights
Read
+Library
My Light

My Light

Pada dinding, pasalnya masih berposisi berdiri di pagar balkon, Arsen iseng berjalan-jalan kecil. "Diam!" "Kakak ngapain sih?" Arka heran dengan Arsen. "Kau tidak lihat aku ngapain hah?" Arsen mulai sewot, karena kegiatannya terganggu lagi. "Diri, tapi ngapain di pagar balkon. Nanti jatuh, makin memar tuh!" tutur Arka. "Arrggh! Pergi sana! Kau ganggu konsentrasi tau!"
106.8K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as arti lights
Read
+Library
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Malam itu, Pulau Palm Jumeirah seolah dipindahkan ke dimensi lain yang murni terbuat dari emas dan dosa. Cahaya laser emas membelah langit Dubai, membentuk hologram raksasa simbol Arthesia Coin ($ART) yang berputar megah di atas Hotel Atlantis The Royal. Bukan sekadar pesta korporat — ini adalah proklamasi kekuasaan yang sanggup membungkam dunia.
9.88.6K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as arti lights
Read
+Library
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

Kilatan cahaya dari permukaannya memantul di matanya — membuat iris matanya tampak lebih gelap, hampir kehitaman. “Jangan dekati dulu,” ucap Zhiya cepat, tapi Arga sudah meletakkan telapak tangannya di atas kaca. Begitu kulitnya menyentuh permukaan pelindung, lampu di ruangan padam seketika. Hanya cahaya dari artefak yang menyala, mengisi seluruh ruangan dengan kilau keemasan yang menari-nari. Zhiya berlari mendekat, memanggil, “Arga!”
3.5K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as arti lights
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status