Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Di atas meja sudah terbuka laptop, beberapa lembar kertas, gunting, spidol warna-warni, dan berbagai alat peraga.
“Aku lagi nyusun program sensory buat anak-anak,” ujar Mataya. “Mumpung lagi dapat ide.”
Dante meletakkan kedua cangkir cokelat panas di atas meja kecil dekat balkon. “Pantesan pintunya dibuka.”
“Aku suka suasana hujan. Lebih gampang cari inspirasi.”
Rintik hujan yang turun sejak tadi menjadi latar obrolan mereka. Udara malam terasa semakin sejuk, sementara aroma cokelat panas mulai memenuhi kamar.