My Game Boyfriend
"Pergilah berkemas... tapi ingatlah satu hal, aku akan terus menghitung setiap detik dan menit yang berlalu sampai kamu kembali ke dalam pelukanku lagi."
Dengan helaan napas panjang, Arthur kembali meraih headsetnya, memasangnya kembali di kepala, lalu bersiap melanjutkan siaran langsungnya. Jari-jarinya sempat terhenti melayang di atas papan ketik sejenak, sebelum akhirnya ia mengetik pesan singkat di kolom obrolan penontonnya.
"Maaf sempat istirahat sebentar... ada urusan keluarga yang harus diselesaikan."