Kakak Kelas Jahat Itu Suamiku
jelas papanya sambil menepuk pundak Edwin pelan untuk menenangkannya.
“Iya pah, aku nggak papa kok. Mungkin takdir Adwin memang seperti ini, harus menggunakan nama kakak sampai akhir hayat nanti,” jawab Edwin merasakan berat beban yang di pikulnya selama ini.
“Kamu akan mendapatkan namamu lagi, Win. Baguslah kakakmu pulang, karena semua akan menjadi jelas, istrimu pasti akan mengerti suatu hari nanti,”
Setelah ucapan dari Papa Edwin, Piona membuka pintu kaca teras belakang dan membawa dua mangkuk es buah di atas nampan.