Bos Killer itu Pacar Rahasiaku
Seumur-umur Baru kali ini Rania menjumpai laki-laki yang begitu menyebalkan dan ucapannya terlalu pedas.
“Sabar, Rania, sabaaarrrr! Jangan dengarkan ucapan pria psikopat itu,” batin Rania.
Rania berjalan ke pantry bersama office girl yang telah membantunya tadi. “Makasih ya, kamu sudah bantuin saya tadi,” ucap Rania saat sudah di area pantry.
“Iya, Bu, sama-sama. Selama saya bisa bantu, maka akan saya bantu.” Office girl itu tersenyum tulus. “Bu Rania mau bikin apa? Biar saya bikinkan,” tawar office girl tersebut.
Hot Chapters