Teman Tapi Suami Istri
Telapak tangan Sarah berkeringat dingin, ia meremasnya dan semakin gugup saat merasakan ada yang memasangkan kain diatas kepalanya.
“Bismillah, Sarah.”
Ternyata Umi. Sarah pun mengikuti intruksi dan mengucapkan bismillah didalam hatinya. Ia berhadapan dengan Pak Samin yang mana merupakan penghulu di kampung. Sedangkan Rafi berhadapan dengan Abi. Sarah tidak menoleh ke samping, ia tidak menoleh pada calon suaminya. Bahkan ketika kata SAH berkumandang, Sarah tetap tidak menoleh pada Rafi. Ia menumpahkan segala rasa dengan meremas jarinya, haru, sedih, lega, bingung, khawatir semua menjadi satu di hari pernikahannya.