Ini Bukan Perjodohan Pangeran Biasa
tanya Byan.
“Gak, Mas,” jawab Nata singkat.
“Aneh banget, dari tadi diam terus. Mas kira kamu kesambet,” ujar Byan.
“Aku cuma males ngomong,” balas Nata singkat.
Para pangeran ini memang di tuntut untuk selalu berbicara dengan bahasa yang sopan dan baku, namun hal itu hanya berlaku di hadapan para orang tua. Jika mereka sedang bersama seperti ini semua pangeran berbicara dengan bahasa yang sedikit santai. Bahkan Nata dan si bungsu yang tinggal di Ibukota justru saling menggunakan bahasa gaul Ibukota dalam percakapan keduanya. Semua pangeran adalah anak milenial yang bertumbuh bersama jaman, meskipun begitu mereka selalu dididik untuk tidak lupa budaya, tentu saja karena mereka pangeran.
Hot Chapters