Pesona Pelayan Tuan Muda
Sentakan kata-kata dingin dari mulut Johan meruntuhkan seluruh keangkuhan bangsawan yang selama bertahun-tahun ia agung-agungkan di hadapan publik.
Raut angkuh dan garang di wajah sang ibu mendadak luntur tak berbekas, berganti dengan warna pucat pasi ketakutan yang teramat nyata.
"Aku tidak pernah main-main dengan setiap perkataanku, Ibu," sahut Johan dingin, matanya menatap lurus tanpa kompromi.
"Setiap rupiah, kartu kredit, hingga rumah mewah yang Ibu tempati adalah aset perusahaanku. Keputusan ada di tangan Ibu sekarang."