Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Karena adik kembarku lemah sejak kecil, semua orang selalu memihak padanya. Hari itu badai salju menutup seluruh gunung, helikopter penyelamat hanya menyisakan satu kursi. Aku menggenggam hasil diagnosis kanker stadium akhir di tangan, bersiap untuk menyerahkan kesempatan hidup terakhir itu kepada adik kembarku. Namun, tiba-tiba dia memegangi kepala dan berteriak pusing. Dalam sekejap, seluruh keluargaku langsung mengerubunginya, lalu bersama-sama mendorongnya masuk ke kabin helikopter. Suamiku bahkan menepuk lenganku yang patah dan berkata pelan, “Sevy, kamu tunggu giliran berikutnya.” Putriku pun melempariku bola salju sambil berteriak, “Tante lebih butuh diselamatkan, kamu jangan rebut!” Sampai helikopter lepas landas, barulah aku melihat adikku dari balik jendela. Dia menjulurkan lidah ke arahku, dengan wajah penuh kemenangan. Jadi, dia sama sekali tidak pingsan. Setelah diselamatkan, hidupku hanya tersisa tiga hari lagi. Dalam tiga hari terakhir itu, aku memutuskan untuk memberikan semua milikku. Hanya demi mendapatkan sedikit cinta dari keluargaku.
14.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Ayah Pembawa Masalah

Ayah Pembawa Masalah

Atasanku memberiku uang tunai sebesar empat ratus juta, ingin aku menggunakan uang itu untuk membayar gaji para karyawan. Aku hanya keluar untuk membeli amplop, tiba-tiba uang itu dipinjamkan oleh ayah kepada tetangga untuk membeli rumah. Aku menanyakan hal ini kepada ayah, tetapi ayah malah mengatakan kalau aku tidak pandai dalam berbelas kasihan kepada orang lain. Bahkan ibu dan kakak laki-lakiku menyalahkanku karena tidak menyimpan uang itu dengan baik. Mereka tahu bahwa ayah suka meminjam uang dan meminjamkannya kepada orang lain. Kemudian, atasanku memecatku, tetapi dia tidak lapor polisi. Dia hanya memintaku mengembalikan uang itu kepadanya. Untuk mengembalikan uang itu, ayah mencarikanku pekerjaan dengan gaji tinggi. Ketika pergi ke sana, aku mendapati bahwa aku bekerja sebagai pengasuh untuk seorang pria tua, yang mencabuliku hari itu juga. Aku ingin lapor polisi, tetapi ayah ingin aku lebih sabar dalam menghadapi orang tua. Akibatnya, anak perempuan lelaki tua itu mengira bahwa aku merayu ayahnya. Dia bahkan menyuruh seseorang untuk memukulku sampai mati. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana ayah meminjamkan uang atasanku kepada tetangga.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Menjadi Suami Baik Di Rumah, Ternyata Liar Di Luar Sana

Menjadi Suami Baik Di Rumah, Ternyata Liar Di Luar Sana

Sejak menikah dengan Stevanus, dia benar-benar menahan diri demi aku dan memutus semua hubungan dengan wanita-wanita di luar sana. Semua orang iri padaku, menganggap aku pandai mengendalikan suami dan memiliki keluarga yang harmonis. Hingga pada hari peringatan pernikahan kami yang ke-9, tanpa sengaja aku melihat pesan grup obrolannya dengan para sahabatnya. [ Van, kemarin sama adik tingkat di dalam Bentley, pengalamannya lumayan ya? ] [ Aku sudah coba dengannya di segala situasi, dia cinta mati sama aku sampai nggak bisa melepaskan diri. ] Di bawahnya terlampir foto-foto mesra mereka dan grup itu dipenuhi sorak sorai serta ucapan selamat, mendoakan agar hubungan mereka langgeng. Aku menatap layar ponsel, rasa sakit yang menyesakkan memenuhi dadaku. Ternyata semua waktu bahagia yang kujalani bersamanya hanyalah sebuah sandiwara yang dirancang dengan saksama. Aku terduduk kosong semalaman, hingga akhirnya menunggu Stevanus yang pulang larut. Melihat kue perayaan yang dia bawa di tangannya, aku tak bisa menahan diri untuk mencibir dingin, "Aku sudah tahu semuanya. Kamu nggak capek terus berpura-pura?"
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku

Azriya Aurora terpaksa menikah dengan Gavriel Erlando lantaran wasiat dari mendiang sahabatnya — Kartika, bahkan ia harus menjadi ibu sambung untuk kedua putra Kartika. Azriya menanggung beban membongkar misteri di dalam Keluarga Erlando. Mertuanya selalu berusaha menyingkirkannya, hingga ia harus terusir dari rumah karena sebuah fitnah. Anak sambungnya membencinya karena ia dinilai telah membunuh Kartika, hingga suatu ketika ia tahu kakak iparnya juga berperan dalam kemalangannya di Rumah Besar Erlando. Siapa sebenarnya yang jahat? Sanggupkah Azriya bertahan dalam bahtera rumah tangganya? Ataukah ia akan menyerah dalam pernikahan ini?
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

Ibuku membenciku, karena aku hasil kecelakaan. Dia memperlakukan muridnya bagai anak kandung, tetapi ketika murid kesayangannya menyatakan cinta padaku, dia langsung menamparku dan mengataiku murahan. Bahkan setelah mengidap Alzheimer, dia hanya melupakanku dan masih mengingat muridnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun murid yang datang mengunjunginya. Karena semuanya membencinya, sama sepertiku.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Semua Perempuan Itu Mengejarku

Semua Perempuan Itu Mengejarku

Sayup-sayup desahan membuat konsentrasi Doni dalam mengerjakan tugas akhir terganggu. Padahal, niatan awal pindah ke apartemen itu agar dia bisa lulus cepat. Doni tidak tahan, keluar kamar mencari ketenangan. Di luar, Doni menemukan berbagai rahasia penghuni lain. Mulai dari mereka yang kesepian, tekanan ekonomi, keluarga sampai masalah sensitif. Awalnya Doni hanya menjadi pendengar, namun pelan-pelan dia nyaman karena ada manfaat kehidupan. Desahan itu perlahan bergeser ke kamarnya, juga berbagai cerita berasal dari sana. Doni menjadi tempat pelarian para perempuan. Namun, dibalik setiap bantuan, ada harga dan hutang emosi yang harus di bawa. Ada beban yang tak kasat mata. Ditambah tekanan dari keluarga yang semakin membuat jenuh. Dimana semakin tinggi dia naik, semakin tenggelam pula dalam kehidupan para perempuan yang mengejar.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu terbaring di ranjang dan nggak bergerak!" Putraku menelepon Michael sambil terisak-isak hingga sulit bernapas. "Panggil saja kalau dia nggak bangun! Dasar pemalas, nggak kerja di rumah juga cuma malas-malasan seperti babi pemalas." "Cari saja ibumu kalau ada apa-apa. Aku sibuk kerja, jangan ganggu aku!" Usai bicara, Michael dengan kesal langsung memutus teleponnya. Saat itu, dia sedang sibuk bermesraan dengan sekretarisnya, sama sekali tidak punya waktu untuk pedui padaku. Hanya saja, dia tak tahu bahwa aku sudah meninggal. Aku tak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi dia malah memeluk fotoku sambil menangis, memohon agar aku tidak pergi.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku

Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku

Adikku menderita kanker ginjal stadium akhir, dan ayah serta ibu menuntutku untuk mendonorkan ginjalku padanya. Aku bilang aku hanya punya satu ginjal, kalau diambil aku akan mati. Namun, mereka bukan hanya tidak percaya, mereka malah langsung mengikatku di meja operasi "Cuma ambil satu ginjalmu saja, kenapa kamu egois sekali?" Mereka tidak tahu, aku tidak berbohong. Saat ayah mengalami kecelakaan mobil dulu, aku sudah mendonorkan satu ginjalku.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

Ketika ibu mertuaku terkena serangan jantung, suamiku yang seorang spesialis kardiologi malah sibuk memasak untuk kucing mantan pacarnya. Aku meneleponnya, memintanya cepat pulang untuk menyelamatkan ibu mertua. Dia dengan dingin menjawab, “Nova, kamu sakit jiwa, ya? Berani-beraninya kamu mengutuk ibuku hanya demi memaksaku pulang!” Setelah mengatakan itu, dia langsung menutup telepon. Ibu mertuaku meninggal di meja operasi, sementara dia pergi menonton konser bersama mantan pacarnya. Keesokan harinya, dia pulang ke rumah dan melihatku memeluk kotak abu jenazah. Dengan marah, dia melemparkan tas hadiah yang dibawanya ke arahku. “Melda begitu perhatian pada ibuku, bahkan membelikan baju untuknya. Sementara kamu, sebagai menantu, cuma bisa mengajaknya berpura-pura agar aku kembali!" Aku tersenyum sinis. Ibunya sudah tiada, lantas untuk siapa baju itu?
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku membersihkan rumah dan menemukan sebuah album foto. Ternyata, setiap tahun di hari ini, suamiku selalu mengambil foto pernikahan bersama cinta sejatinya. Dari usia 40 hingga 60 tahun, dari rambut hitam hingga beruban, selama dua puluh tahun dia tidak pernah absen. Di balik setiap foto ada tulisan tangan suamiku: "Cinta abadi selamanya." Jika yang dia cintai bukan aku, aku tidak perlu lagi mencucikan bajunya, memasak untuknya, mengurus anak, hingga merawat cucu. Setengah hidupku telah kujalani dengan sia-sia, tetapi tidak ada kata terlambat untuk berubah sekarang.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai beban keluarga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1819202122
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status