Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan

Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan

Saat Tahun Baru Imlek, kami pulang ke kampung halaman. Di jalan tol, adikku ribut minta ke toilet. Ibu mendesakku dan kakakku, "Rest area berikutnya masih jauh. Kalian sekalian saja, biar nanti nggak bolak-balik mau ke toilet lagi." "Cepat sedikit, jangan lama-lama!" Aku langsung lari ke sana, tetapi begitu keluar, aku melihat mobil yang familier itu sudah menyalakan lampu dan mulai jalan. Suhu di luar hampir di bawah nol, tetapi ayah dan ibuku malah meninggalkanku di rest area yang sepi. Aku buru-buru berlari mengejar sambil berteriak keras, "Ayah! Ibu!" Namun, mobil itu sudah berbelok dan menyatu dengan arus kendaraan, sampai akhirnya benar-benar tak terlihat lagi.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as beban keluarga
Read
+Library
Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku

Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku

Di malam perayaan pernikahanku yang kelima dengan Lionel, dia meniduri sahabatku, Regina, di ranjang kami. Terdengar suara anak-anak melalui kamera. "Tante Regina, aku akan menjaga pintu. Aku nggak akan membiarkan ibuku masuk!" Regina menghadiahi Lionel sebuah ciuman. "Putramu pintar. Kamu nggak pertimbangkan untuk punya anak lagi dengan Ivana?" Lionel menutupi wajahnya dengan bantal. Dia berkata, "Aku mual melihat bekas luka di perutnya."
8.5K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as beban keluarga
Read
+Library
Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Di hari putraku mengikuti kompetisi piano, aku mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju tempat acara. Aku tidak repot-repot menangani lukaku. Aku berjalan tertatih-tatih dan berhasil tiba tepat di acara pemberian penghargaan. Putraku memenangkan medali emas dan dengan antusias berlari ke arahku. Aku tersenyum dan menundukkan kepalaku, tetapi dia malah berbalik dan menggantungkan medali emas di leher cinta pertama suamiku. Bahkan, suami yang kucintai selama sepuluh tahun itu memasang ekspresi tidak senang. "Lihat apa yang kamu kenakan! Penampilanmu kotor banget. Seperti pengemis!" "Jangan datang ke pesta perayaan anak kita malam ini. Jangan buat dia malu!" Aku tidak menanggapinya dan pergi ke rumah sakit sendirian untuk menangani lukaku. Di tengah hujan lebat, aku berlari kembali ke vila. Namun, aku baru sadar pintu telah terkunci. Aku mengetuk pintu sepanjang malam di tengah hujan lebat. Saat fajar menyingsing, aku mengirim pesan kepada mereka. "Ayo kita bercerai. Sesuai keinginan kalian, kelak aku nggak akan mengganggu kalian lagi."
6.6K viewsCompletedAdded to Library 164 Times as beban keluarga
Read
+Library
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

Freya menikah dengan Arga, pria mapan yang berasal dari keluarga terpandang. Tiga tahun sudah ia berusaha menjadi istri yang baik, meski sejak awal kehadirannya tidak pernah benar-benar diterima oleh keluarga Arga. Statusnya sebagai perempuan dari keluarga miskin membuatnya sering diremehkan, dianggap tidak pantas mendampingi putra kebanggaan keluarga itu. Awalnya, Arga masih berdiri di pihak Freya, melindunginya dari sindiran dan hinaan. Namun seiring waktu, kesabaran Arga memudar. Kata-katanya mulai menyakiti, sikapnya semakin dingin, hingga membuat Freya merasa seolah ia hanya beban dalam rumah tangga mereka. Puncaknya terjadi saat keluarga Arga terang-terangan mendekatkan Arga dengan seorang wanita lain—seseorang yang dianggap “sepadan” dengan status keluarga mereka. Luka dan penghinaan itu menjadi titik balik bagi Freya. Ia memilih berhenti menangis dan mulai bangkit. Dengan tekad kuat, Freya membangun bisnis online kecil-kecilan dari rumah. Langkahnya penuh tantangan, namun keteguhan hati dan semangatnya membuahkan hasil. Perlahan, usaha itu berkembang pesat hingga membawa Freya pada kesuksesan yang membuat banyak orang tercengang. Kini, dunia berbalik. Arga dan keluarganya harus menyaksikan bagaimana perempuan yang dulu mereka remehkan berdiri tegak dengan harga diri dan kejayaan yang ia bangun sendiri.
679 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as beban keluarga
Read
+Library
Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Malam setelah aku didiagnosis hamil, vilaku tiba-tiba terbakar. Aku menahan rasa sesak dan mempertaruhkan nyawaku untuk berlari ke kamar putraku. Namun, ternyata tidak ada siapa pun di dalam sana. Tiba-tiba, aku mendengar sorakan bahagia di luar sana. "Kak Tasya, kamu keren sekali. Kamu pasti dapat juara satu pada lomba nanti!" Aku ingin menegur putraku yang membuat onar ini, tetapi tubuhku malah tertimpa tembok yang runtuh. Ketika kesadaranku mulai melemah, aku mendengar suamiku yang selalu bersikap tegas, memuji keberanian seorang wanita. Jika tebakanku tidak salah, seharusnya suami dan anakku membakar vila ini demi menyenangkan hati wanita itu. Aku hanya bisa menatap pintu yang begitu dekat denganku. Sebelum mati, aku mengirim sebuah pesan kepada suamiku.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as beban keluarga
Read
+Library
Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding

Di Pernikahan Suamiku, Mayatku Digali dari Dinding

Saat suamiku, Alex Suryadi, mengucapkan janji pernikahan dengan mahasiswi miskin yang dia sponsori, jasadku sedang digali keluar dari dinding semen yang dingin. Dia dengan lembut menyematkan cincin di jari Helena, sedangkan para tamu mengangkat gelas untuk mengucapkan selamat. Di sisi lain, aku terkubur di dinding pembatas rumah baru kami. Tulang-tulangku telah rapuh karena kelembapan semen. Setelah petugas pemadam kebakaran membobol dinding, potongan tubuhku yang hancur pun terekspos. Semua orang yang berada di lokasi kejadian langsung berteriak ketakutan. Adik laki-lakiku adalah seorang lulusan arsitektur. Begitu menerima telepon dari polisi, dia bergegas membantu penyelidikan kasus mayat tersembunyi di dalam dinding ini. Kasus ini kemungkinan besar terkait dengan proyek Vila Oasis yang belum selesai. Setelah polisi menemukan gelang giok berukiran inisialku di antara pakaianku yang tersisa, dia baru teringat bahwa kakak perempuan yang menyebabkan ayah mereka melompat dari gedung dan ibu mereka bunuh diri itu telah hilang selama setahun. "Hillary?"
5.9K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as beban keluarga
Read
+Library
Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku

Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku

Kakakku membenciku. Dia ingin aku mati. Aku menangis sambil bertanya, "Apa aku bukan adik kandungmu?" Dia tersenyum dingin. "Aku nggak punya adik." Malam itu, aku tewas ditabrak mobil. Dia malah jadi gila.
32.7K viewsCompletedAdded to Library 719 Times as beban keluarga
Read
+Library
Warisan dari sang Bibi

Warisan dari sang Bibi

Bibiku kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan mobil, dan putri kesayangannya justru pergi ke luar negeri pada saat itu. Sejak saat itu, aku merawat bibiku dengan sepenuh hati dan mengurusnya selama 15 tahun. Bibiku, yang merasa berterima kasih atas perawatanku, berjanji bahwa semua hartanya akan diwariskan kepadaku setelah dia tiada. Namun, ketika ajalnya hampir tiba, sepupuku kembali ke negara ini. Bibiku langsung mengubah warisan itu untuk diberikan sepenuhnya kepada sepupuku, hanya memberikan 100 juta sebagai "biaya perawatan" untukku. Lima belas tahun masa mudaku hanya dihargai dengan 100 juta yang penuh penghinaan. Dalam keadaan linglung, aku terjatuh ke sungai dan tenggelam. Ketika aku membuka mata, aku mendapati diriku kembali ke 15 tahun yang lalu ....
10.3K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as beban keluarga
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as beban keluarga
Read
+Library
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Ibuku adalah seorang seniman forensik yang paling andal di kantor polisi. Dia tegas, berintegritas, dan sangat membenci kejahatan.  Namun, ketika menerima telepon darurat dariku, dia malah menegurku dengan tegas, “Kamu jelas-jelas tahu ini hari ulang tahun adikmu yang baru mencapai usia dewasa, tapi kamu malah mau pakai trik kotor ini untuk merusak suasana! Kalau kamu benar-benar diculik, biar saja penculik itu membunuhmu!” Dia yakin bahwa ini hanyalah lelucon dan menolak datang ke kantor polisi untuk membuat sketsa. Akhirnya, dia melewatkan kesempatan terbaik untuk menyelamatkanku dan aku disiksa hingga mati. Setelah laporan tes DNA keluar, dia bergegas pergi ke tempat kejadian dengan langkah yang goyah. Berdasarkan tulang-tulangku, dia mulai menggambar sketsaku dengan tangan yang gemetar. “Ini nggak mungkin adalah Janice! Aku pasti salah gambar!” Namun, tidak peduli berapa kali dia menggambar, sketsa yang dihasilkannya menampilkan dengan jelas wajahku saat aku meninggal. Ibuku yang selalu membenciku akhirnya meneteskan air mata.
5.6K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as beban keluarga
Read
+Library
PREV
1
...
1718192021
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status