Gadis Terakhir
Oma Aneu menggenggam tangan oma Diana yang sedari tadi terkepal menahan segenap rasa di dada.
“Aku mencintainya, sangat.” Oma Diana melirih.
“Ya, aku tahu … Beni juga tahu.” Oma Aneu membalas.
Dan di barisan kursi paling depan, om Aldo melamun sambil sesekali menghirup udara bersama lendir yang tidak berhenti mengucur dari hidung padahal air matanya sudah mengering.
Opa Beni sangat berjasa dalam hidupnya, tidak pernah dia bayangkan bisa menjadi CEO di perusahaan besar padahal awalnya dia hanya seorang sekretaris.