Melihat transisi kepemimpinan di Dinggi, ada semacam energi segar yang langsung terasa. Gaya manajemen penggantinya lebih terbuka terhadap eksperimen—contoh konkretnya adalah program kolaborasi dengan kreator lokal untuk produk terbaru mereka. Awalnya sempat ada keraguan karena pendekatannya kurang hierarkis dibanding pendahulunya, tapi ternyata justru berhasil meningkatkan engagement karyawan. Data kuartal terakhir menunjukkan peningkatan 15% dalam produktivitas tim R&D, meskipun beberapa kebijakan finansialnya dianggap agresif oleh investor lama.
Yang menarik, dia juga gencar memanfaatkan platform digital untuk membangun citra perusahaan. Live streaming Q&A dengan karyawan, misalnya, jadi sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tapi menurut beberapa sumber internal, ada sedikit ketegangan dengan divisi tradisional yang merasa proses adaptasi terlalu cepat. Secara keseluruhan, cukup menjanjikan untuk fase awal—tinggal lihat bagaimana konsistensinya menghadapi tekanan pasar di kuartal mendatang.