Anneth
Anneth kembali berjalan menuju meja kerja lalu mengambil compact powder dari dalam dompet kosmetiknya dan menyapukannya ke arah wajah serta lipstik berwarna merah merona ke arah bibir tipisnya.
Meski mukaku tak terlalu cantik, but at least, Brandon tidak melihat mukaku tampak kucel dan kusam, benaknya.
Usai merias diri, untuk beberapa saat Anneth yang masih terpaku dalam lamunannya, memutarkan kedua kakinya dan mengedarkan pandang ke segala penjuru ruangan bahkan sampai mengamati kursi putar dan meja kerjanya. Dalam lamunannya, Anneth tak menyangka bisa mengarungi hidup sejauh ini dan bisa mencapai kesuksesan yang tak pernah dibayangkannya. Bisa mempunyai ruangan kantor sendiri dan menjadi s
Bab Populer