PERMINTAAN GILA KAKAKKU
“Pasrah. Pasrahkan semua pada Allah. Pasrah sepasrah-pasrahnya. Biarkan Allah yang menentukan besok akan seperti apa.”
Aku ikut kata Mama. Mau nangis ya nangis sesekali. Tentang cinta yang tak terbalas, tentang rindu yang diabaikan, tentang hati yang berkali-kali dipatahkan, tentang diri yang terbuang. Aku terima semuanya. Jika pahit ini harus kumakan, aku akan melahapnya sampai habis. Setelahnya biarkan aku dengan masa depanku, janin di perut ini.