LOGINGavin sosok pemuda tampan yang hidup sederhana dengan sang adik yang bernama Tisha. Keduanya pun saling menyayangi satu sama lain.5 tahun yang lalu, naas sebuah tragedi menimpa Tisha. Hingga membuat gadis itu mengalami kebutaan akibat kecelakaan yang menimpanya oleh orang tak bertanggung jawab.Gavin sosok kakak siaga yang selalu melindungi dan menjaga adiknya, hingga tanpa disadari perasaan yang ia rasa melebihi sekadar rasa sayang dan cinta kepada adiknya, melainkan perasaan cinta sebagai seorang pria kepada wanita.Disaat mereka menjauh, sebuah fakta mengejutkan muncul. Akankah pada akhirnya cinta mereka bisa bersatu? Atau hanya akan menjadi kisah cinta terlarang?
View MoreSeorang gadis tengah menatap ke arah luar jendela rumah sakit dengan senyum mengembang, setelah selesai melewati rangakaian operasi dua minggu yang lalu. kini akhirnya Tisha sudah bisa melihat kembali seperti sedia kala.Cklek..."Tisha...." suara Sekar masuk ke ruangan dan memanggil namanya."Kau ini, kenapa kau sangat suka sekali melihat dari jendela rumah sakit?" tanya Sekar menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tisha."Karena aku suka," jawabnya membalikkannya badan menghadap Sekar."Kapan Gavin akan menjemputku?" tanyanya merengek."Aku bosan jika kau, Fikar, tante Liana, dan om Darma saja yang datang ke rumah sakit melihat ku." "Bukankah kau sudah bertemu dengan Gavin." "Hanya lewat foto mana puas, aisshh, sebenarnya apa yang sedang kalian rencanakan?" Tisha menaikan sebelah alisnya tanda curiga."Se__sembunyikan apa
"Tisha, aku mencintaimu.""Aku juga mencintaimu Gavin." balasan ungkapan cinta dari Tisha untuk Gavin."Mari kita mulai kehidupan yang baru, awal yang baru untuk kita. kau mau kan sayang?" tanya Gavin yang di angguki Tisha.Gavin semakin mempererat pelukannya, rasa bahagia membuncah di hatinya melihat respon sang wanita pujaan hatinya.Dua orang manusia berbeda jenis kelamin masuk, dan tersentak kaget melihat pemandangan di depannya. namun rasa bahagia tak dapat mereka pungkiri."Wowowow, apa-apaan ini." goda Fikar.Cengkeraman tangan Tisha begitu kuat di baju Gavin, Gavin terperanjat jika ketakutan Tisha memicu karena kehadiran Fikar di tengah-tengah mereka."Berhenti di situ Fikar!" titah Gavin."Ke--kenapa?" tanya Fikar heran."Tisha takut denganmu.""Apa?" Fikar lemas mendengarnya namun malah terlihat lebay.
Sekar berjalan cepat menemui Gavin dan Fikar yang sedang berada di teras rumah, Sekar sudah tak sabar ingin mengatakan kepada dua lelaki itu, jika Tisha sudah menyetujui rencana mereka."Gavin!" panggil Sekar di ambang pintu.Fikar merasa sedih karena namanya tidak di panggil oleh Sekar, tapi sekuat tenaga ia bersikap biasa saja."Ada apa Sekar? kenapa wajahmu terlihat sama bahagia sekali?" tanya Gavin penasaran dengan ekspresi wajah bahagia Sekar sekarang ini."Tentu saja aku bahagia, sebab...?" Sekar menaikkan alisnya menggoda Gavin."Sebab?" Gavin semakin penasaran dengan lanjutan kalimat Sekar."Rencana kita berhasil!""Rencana?" tanya Gavin yang masih belum mengerti arah pembicaraan Sekar."Astaga! kau masih belum mengerti juga Gavin?"Kepala Gavin menggeleng, Sekar menepuk jidatnya melihat Gavin yang bel
Sekar mematung di tempatnya saat di depannya Fikar tengah berdiri menjulang menatapnya tajam. Sekar menelan air liurnya sendiri di tatap seperti itu, Fikar melangkah mendekat ke arahnya.Satu, dua langkah perlahan Fikar semakin dekat. saat itu juga Sekar melangkah mundur hingga mentok ke dinding tembok. Sekar tak bisa mundur lagi, Fikar menyeringai senang, di himpitnya tubuh Sekar dengan tubuhnya.Dengan cool-nya Fikar menempelkan kedua telapak tangannya di tembok, sehingga posisi mereka terlihat sangat ingin dengan Fikar yang mengurung tubuh Sekar."Sudah puas bermain-mainnya?" tanya Sekar tajam.Nafas Sekar tercekat, di tundukkan kepalanya ke bawah. Fikar yang gemas pun memegang dagu Sekar, di angkatnya wajah Sekar agar mendongak ke arahnya."Aku bertanya, kenapa kau tidak menjawab. huh?" geram Fikar dengan keterdiaman Sekar, sebelah tangan Fikar yang bebas mencengkram bahu Sekar kuat.
"Tisha," ulang Gavin memanggil namanya."Aku bilang jangan sebut namaku, sialan!" lagi Tisha memperingati Gavin agar tak memanggil namanya. bahkan kali ini di tambah dengan umpatan di akhir kalimatnya."Sayang, kamu kenapa?" Gavin berhasil mendekati Tisha dan men
"Apa kak? Operasi penyembuhan mata Tisha?" tanya Tisha kaget mendengar permintaan kakaknya itu."Iya, kamu mau kan sayang?" bujuk Gavin penuh harap jika Tisha mau melakukan operasi pada matanya.Tisha tak menjawab, wanita itu tengah berpikir dengan per
"Jika Tisha atau pun kau yang sakit, maka hubungi dokter, bukan malah menelpon ku." dengus Fikar sebal.Baru kemarin Fikar memberikan nomor ponselnya pada Gavin, dan Gavin pun mencoba menghubungi adiknya itu dengan menyuruhnya datang bersama dokter langganannya.
"Ada apa dengan rona wajahmu ini ma?" tanya Darma menoel pipi istrinya yang tampak merona bahagia.Liana tersenyum manis ke arah suaminya, seraya bangkit berdiri berjalan menuju ke arah lemari yang ada di kamarnya. ia buka lemari itu, lemari yang hanya boleh mereka saja yang meny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews