Akan Selalu Menjadi Milikku
tambahnya lirih, menatap ombak.
“Bukankah aku sudah bilang,” ucapku tanpa jeda, datar, “hutangmu lunas sejak kau menemaniku makan.”
Raiya mengernyit, seperti sulit menerima logika sederhana itu.
“Bagaimana bisa hutangku dibayar begitu? Aku justru yang diberi banyak hal oleh Kakak.”
Ucapannya ringan, tapi kesungguhannya terasa jelas.
인기 회차