Bara di Balik Mahar
Ibu Surti mengambil tempat di hadapannya dengan senyum ramah.
Sementara itu, Kanaya membuat teh di dapur. Tanpa sadar, ia memasang telinga, berharap dapat mendengar pembicaraan mereka. Namun, yang terdengar hanya bisik-bisik pelan yang tak jelas.
Setelah selesai, Kanaya membawa secangkir teh ke ruang tamu, meletakkannya di atas meja, lalu duduk di samping ibunya.
"Maaf, Bu Melinda. Rumah kami sangat sederhana," ucap Ibu Surti.