Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bicara

Bicara

Penggemar bala-bala Bi Eni Tama gila Woy Nyet! @biantara Arya agak waras Kmana lu bro? Dicariin misell noh Tama gila Misell gue gebet ya bi? Arya agak waras Ah si sableng! Punya temen diembat jg! Bi lo kmn sih? Misell gajadi rapat malah lo tinggalin Tama gila Bi lo lagi di pedalaman mana sampe gbisa bles kita?
7.4K viewsOn holdAdded to Library 163 Times as bibir mer
Read
+Library
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

panggil jihan di bibir pintu. "Eh, Mama. Sudah matang, Ma, makanannya?" tanya Alea kepada sang ibu. "Sudah, Sayang. Maaf, Mama hanya memasakkan ini untukmu," ucap Jihan kepada Alea. "Gak apa-apa kok, Ma," jawab Alea yang sudah membuka mulutnya dan bersiap untuk menerima suapan dari sang mama. Alea kembali bermain. Tak lupa ia berbicara sendiri layaknya ada teman bermain.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as bibir mer
Read
+Library
Jangan Salahkan Aku Pergi

Jangan Salahkan Aku Pergi

Mer segera memakai kemeja panjang berwarna biru laut dengan celana bahan panjang berwarna hitam. Bibi yang melihat Mer begitu rapi terlihat sangat bingung dibuatnya. Padahal, dia berkata ingin sarapan saat Mer keluar dari kamarnya. Bibi yang merasa penasaran bahkan langsung menghampirinya terlebih dahulu. "Nyonya, sarapannya sudah siap. Apa Nyonya mau sarapan sekarang juga?" tanya Bibi. Mer menatap wanita paruh baya itu, walaupun dia hanya pembantu, tapi dia begitu baik terhadap Mer. Mer sudah menganggap wanita itu seperti saudaranya sendiri.
1016.8K viewsOngoingAdded to Library 352 Times as bibir mer
Read
+Library
Between Two Loves

Between Two Loves

Bab 77 "Begini, Tuan. Aku tidak sengaja mendengar Nyonya Mera bergumam di kamarnya. Dan itu bisa kupastikan bahwa Bibi tidak sedang salah dengar." jawab Bi Sumi. "Bibi tidak bohong?" Bi Sumi terlihat agak gugup.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as bibir mer
Read
+Library
Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Suaranya pecah, nyaris berbisik. “Viona, aku akan mati kalau kamu terus begini… tolong kembali padaku. Aku nggak bisa hidup tanpamu!” Kesombongan dan harga diri yang dulu menempel padanya, kini merendah, memohon padaku dengan suara lembut. “Devan, cukup! Kamu sudah melukainya terlalu dalam. Untuk apa dia kembali padamu?” Bima, yang biasanya lembut, menatap dingin, lalu membawaku pergi tanpa menoleh.
7.7K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as bibir mer
Read
+Library
Bisikan Dosa

Bisikan Dosa

Bibir orang itu baru saja menjauh dari bibir Alana, menyisakan sensasi panas yang membakar. "Kak... Kak Nero?"
2.0K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as bibir mer
Read
+Library
MEREBUT HATIMU

MEREBUT HATIMU

Anisa terkejut tak mengerti dengan tindakan Rico. Bibik tergopoh datang membawa satu rantang berisi box catering yang dibawa Anisa tadi. "Ini, Den, " Rico mengambil kasar rantang dari tangan bibik. Tentu saja bibik terkejut dengan tindakan majikan mudanya itu. Tak terkecuali Anisa merasa heran dengan tindakan pemuda itu. Rico.berbalik menatap Anisa dengan tatap marah?
3.2K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as bibir mer
Read
+Library
Si Bibir Merah - The Red Lips

Si Bibir Merah - The Red Lips

Lovy tertegun. Ia langsung bersembunyi di balik tirai tebal agar tak diketahui keberadaannya. Jantungnya berdebar kencang tak karuan. Dirinya yang tak bisa melihat siapa saja orang-orang yang duduk di sofa itu hanya bisa mengandalkan pendengarannya untuk menyimak. Mereka berbicara dalam bahasa Spanyol. Terjemahan. "Bodoh! Tidak berguna! Sekarang ia pasti tahu jika kita mengincarnya!" pekik seorang lelaki yang terdengar begitu marah.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as bibir mer
Read
+Library
Davira

Davira

Ia tak tau lagi harus mencari Davira kemana, terlalu banyak tempat yang sering di datangi Davira saat bersamanya hingga Cavia bingung memilih salah satu tempat itu yang kemungkinan saja tengah di kunjungi Davira saat ini. Seorang pelayan wanita datang dengan membawakan segelas orange jus dan juga cemilan untuk Cavia, meletakkannya dengan hati-hati ke atas meja. "Silakan non Cavia," kata pelayan itu ramah. "Ya ampun Bi, pakai di suguhin segala, seharusnya gak usah." Cavia merasa tak enak hati karena sudah merepotkan mereka. Pelayan wanita yang di panggil Bibi itu tersenyum, "enggak apa-apa non, nona Cavia kan sepupunya non Davira."
6.2K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as bibir mer
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status