Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dijodohin

Dijodohin

sahut gue dengan nada lembek lalu nyengir memamerkan gigi rapi gue. Gini nih, gue tuh, tanpa geng gue kayak kerupuk kena air. Mlempem. Gak ada jiwa berani-beraninya. Bahkan jawab sapaan aja kaya orang bodoh. Maksud gue, paling tidak gitu, gue harus bales sapaan dengan intonasi sedikit tegas bukan lembek gini. Mungkin, dalam hati Kak Meysha ketawa sambil ngeledek, "Oh, jadi ini yang namanya Salsa geng yang katanya galak."
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

pdate ulang! Baca lagi! Jangan lupa vote! Jangan lupa koment! "Brengsek!" Umpat Miftah dan kembali melayangkan tinju ke wajah Dova dengan membabi buta. Teriakan histeris dari murid-murid perempuan menghiasi kelas VII A tersebut. Beberapa murid laki-laki mencoba melerai pertiaian mereka. Dova yang sudah kehabisan kesabaran pun ikut menghajar Miftah, tapi sayang, Miftah yang tengah kesetanan tetap memimpim adu jotos yang mereka lakukan.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

terang Tita mengikuti nada bicara laki-laki judes yang tadi ia ajak bicara. "Argan memang begitu," ujar Riri. Baru saja Lea ingin bertanya ketika suara Mang Ade menginterupsi. "Pesanan 127 datang," "Uwaaaaa, makasih Mang Ade," dengan senyum cerah, ketiga gadis itu bersamaan berseru saat Mang Ade meletakan dan menata posisi nampan dia atas meja. "Lo kenal sama dia orang, Ri?" tanya Tita begitu Mang Ade meninggalkan meja.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

“Take it easy, Bel. Gue nggak apa-apa kok.” Arabelle hanya menunjukkan senyum canggungnya. “Jadi gue temenin ntar sepulang sekolah, nggak?” “Nggak usah, Bel. Cukup lo temenin gue ke kantin sekarang aja, ya. Gue laper parah sih ini. Dari tadi malem gue belum sempat ngisi perut gue. Nafsu makan gue hancur.”
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

usik Daehan pada Daishin yang duduk di depannya. Telah sama-sama ada nasi kukus, tamagoyaki (telur dadar digulung) dan nori (rumput laut) di piring mereka. Daishin mengangkat wajah dengan senyum masamnya. “Salah sendiri, adik beradik kalian embat sampai habis!” sahut Daishin sambil melirik Shanumi di sisi samping depan dan Sazlina di sebelah Daehan. Khaisan duduk di sebelah kanan dan berhadapan dengan istrinya.
10437.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

'brreett' Badai tak mampu lagi menahan gairahnya, dia melepaskan cup bra berbentuk wortel yang hanya secuil menutupi puncak kemerahan gunung kembar isterinya itu. Kemudain Jingga menungging dan langsung mengibaskan ekor bulatnya didepan mata Badai. Doggy style yang sangat panas kemudian menjadi adegan pertama keduanya hingga pelepasan sempurna.
825.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

Pokoknya harus makan di tempat tidak mau pesan antar. Walau beberapa kali menyecap tanya akan perilaku janggalnya, kakinya tiba juga di sana. Mengambil tempat duduk di sisi kanan di ujung kedai dan segera memesan daeji galbi dengan penuh suka cita. Sejurus kemudian, kepulan iga sapi segar yang bersentuhan dengan alat pemanggang berdifusi di udara, menghasilkan asap beraroma khas yang membuat Jihye meneguk salivanya tidak sabar.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Suami Satu Milyar

Suami Satu Milyar

Rumah besar yang memiliki tiga bagian yang berbeda namun masih terhubung satu sama lain. “Kita akan tinggal di bagian tengah,” tunjuk Diana saat mereka tiba dan Dafa sampai membuka mulutnya lebar-lebar karena takjub dengan betapa besarnya rumah itu. “Kontrol ekspresimu. Kau tampak bodoh sekali.” Dafa segera mengatupkan mulutnya. Mereka berdua berjalan menyusuri lorong rumah, dan akhirnya berpapasan dengan kedua orang tua Diana, Laras dan Darius.
800 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Jawaban itu langsung membuat suasana membeku. “Benua Timur… Barat… Selatan… Utara…Dan…Benua Tengah.” Deg. Tian Zhi langsung menunjukan wajah seriusnya. Shui Lin melanjutkan. “Dari semua wilayah Benua Tengah menjadi titik konflik terbesar.” “Pertempuran paling sering terjadi di sana.” Xu Du menghela napas panjang. “Kini semuanya masuk akal…”
1016.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status