Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Bima tiba-tiba berkata, "Eh, video call Mas Arven dong." "Buat apa?" "Mau lihat mukanya." "Lo kangen?" "Dikit." Ravika akhirnya menelepon Arven. Tak lama kemudian wajah Arven muncul di layar. "Halo." "Halo, Mas!" teriak hampir semua penghuni kos bersamaan. Arven sampai tertawa kaget. "Wah, lengkap." Bima langsung mendekat ke kamera.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
Bu, Aku Menantu Atau Babu?

Bu, Aku Menantu Atau Babu?

Dia juga tak bisa melakukan panggilan video call karena Maya akan menolaknya, jadi mereka cuma bisa berbalas pesan atau hanya sekedar ngobrol lewat telepon saja. "Sayang, aku kangen banget, sumpah!" ucap Rangga melalui sambungan telepon. "Aku juga, Mas. Kamu yang sabar, dong ... tinggal beberapa hari aja ini," sahut Maya santai. "Kita vc bentar ya." Rangga memohon. "Enggak, ah. Kata Bi Ijah ga boleh, tuh." sahut Maya menggoda. "Ish, apa sih Bi Ijah itu kayak yang gak pernah muda aja. Timbang lewat telepon ini, gak ketemu langsung masak iya gak boleh, sih!" tawar Rangga lagi.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

"Eh, Kakak mau video call sama Kak Zura nggak? Aku bisa bantu." Mata Zain langsung berbinar. "Bisa? Tapi kan masih masa pingitan?" "Hari ini kan hari terakhir. Lagipula, Mami lagi sibuk banget di bawah. She won't notice." Tanpa pikir panjang, Zain mengangguk antusias. "Iya! Tolong banget, Vi!" Lima menit kemudian, Zivanya berhasil menghubungkan video call antara Zain dan Zura. Wajah Zura muncul di layar ponsel, membuat Zain langsung sumringah.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai bingkai video call
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
WidiaYuan
take your time Aletta kamu butuh sendiri kamu butuh ketenangan kamu butuh untuk berpikir.. kamu butuh kepastian.. renungkan.. pahami semuanya bahwa yang melukai tak selamanya akan tetap menyakitimu.. mereka hanya terjebak oleh keadaan hingga mampu membuatmu terluka. dan kini semua telah berubah
Kania Putri
nyesek banget sih jadi zura ini kakak yg sempurna tapi di balik sempurnanya ada sosok Aisha yg iri & cemburunya setengah mati lalu orang disekitar zura juga malah mendukung tindakan Aisha ini. Hai Zain semangat aq yakin zura gak sebenci itu sama kamu dia masih ada rasa cuma tertutup sama rasa kecewa
Baca Semua Ulasan
Bicara

Bicara

Hingga akhirnya, mereka memilih untuk berkomunikasi melalui e-mail selama setahun belakangan ini. Di tengah lamunannya, handphone Misell berdering, dan menampilkan adanya panggilan video masuk dari Salsa. Dengan cepat, ia langsung menjawabnya dan kini wajah Salsa telah beralih ke layar handphone-nya. "Eh buset, temen gue sibuk banget deh kayaknya di Berlin. Gimana nih ceritanya?" Misell tersenyum mendengar ucapan Salsa. "Apanya yang gimana? Happy banget, lah."
7.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Jemarinya menari cepat di atas keyboard, menuntaskan laporan hasil meeting pagi tadi. Getaran di atas meja membuatnya berhenti. Sebuah panggilan masuk, dan ketika melihat nama yang muncul di layar, bibirnya refleks menegang. Dirgantara. Tapi yang membuatnya benar-benar heran, ikon di layar bukan panggilan suara biasa, melainkan video call. Lelaki itu hampir tak pernah melakukannya.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
Konten Marriage

Konten Marriage

"Ini, kamu bicara langsung sama Kai. Aku mau mandi dulu, mau mulai sholat lagi. Sudah lama enggak Sholat." Iphone yang Aira beri tersabung. Suara tunggu terdengar. Di layar tak nampak nama Kai, hanya nomor, tanda jika Aira tak menyimpan nomor pemuda itu. Bayu tak yakin apa yang hendak dia bicarakan dengan Kai dalam video call kali ini. Akan tetapi sebagai seorang lelaki, dia harus siap. Dia ingin memperjuangkan cinta.
9.816.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 612 kali sebagai bingkai video call
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
WarmIceBoy
Terima kasih yang sudah mau membaca, semoga kalian betah. Saya akan berusaha update cepat dan meminimalis typo. Maaf jika masih banyak kekurangan. Semoga novel ini bisa menghibur. Tinggalkan saran, kritik, masukan, dan review kalian, ya. jika iklas bisa memberi diamon :) Selamat membaca~
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Can I Call You BABY ?

Can I Call You BABY ?

Aku kemudian beranjak bangun dan duduk dipinggir ranjang, agar mendapatkan keseimbangan yang lebih. Dan disaat tengah sibuk berpikir, orang tersebut kembali menelefon. Dengan mengucap bismillah, kuangkat panggilan itu dan berharap bahwa itu adalah Abay. Bukan Tasya ataupun yang lainnya. "Hallo Debi?" Alhamdulilah. Rasa syukur kuucapkan saat mendengar suara orang yang diseberang sana memanglah Abay.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
PULANG DARI RANTAU

PULANG DARI RANTAU

Dia lantas kembali memutar tubuhnya dan menuruni anak tangga. Baru saja dia menginjakkan kaki di lantai bawah. Sebuah panggilan masuk. Bukan telepon biasa, tetapi video call. “Karina?” Mas Baska menautkan alis dan menatap nomor yang terpampang di layar. Lekas diusapnya dan muncul wajah Karina. “Mas, mau oleh-oleh apa?” Sebuah pertanyaan yang membuat Mas Baska menautkan alis.
9.835.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
Gadis Tomboy Milik Ustaz Tampan

Gadis Tomboy Milik Ustaz Tampan

"Beneran, wah aku mau lihat. Aku tutup dulu ya teleponnya. Kita ganti ke mode video call." "Iya." Selang beberapa menit kemudian panggilan video call dari Boim masuk. Tak perlu waktu lama Farzana langsung menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan itu. Wajah Boim pun seketika terlihat jelas di layar ponsel Farzana.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai bingkai video call
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status