Renjana (Airin dan Hardian)
Tak lama lelaki itu kembali, membawa secangkir teh panas dengan asap yang masih mengepul.
“Pelan-pelan minumnya, masih panas,” ucap Hardian sembari memberikannya pada Airin.
Perempuan itu menerimanya dengan perlahan, berniat untuk menghirup aroma teh yang begitu khas tetapi ia mendadak mual.
“Ih, kok bau melati,” ujar Airin cepat memberikannya kembali pada Hardian, hingga sedikit air teh tersebut tumpah.
“Lho, iya. Ini kan teh kesukaan kamu yang ada aroma melatinya.” Hardian bingung.
Hot Chapters