Ada semacam pesona tersendiri ketika menemukan kata 'peculiar' terselip dalam narasi novel klasik. Kata itu sering muncul dalam karya-karya bergaya Gothic atau Victorian seperti 'Miss Peregrine's Home for Peculiar Children'—judulnya saja sudah langsung memakainya sebagai inti cerita! Dalam novel semacam ini, 'peculiar' biasanya menggambarkan keanehan yang memikat, sesuatu yang melampaui biasa namun tidak sepenuhnya menyeramkan.
Aku juga sering menjumpainya di buku-buku fantasi dewasa muda, terutama yang ingin menciptakan nuansa misterius tanpa terlalu gelap. Kata ini menjadi jembatan antara dunia normal dan absurd, seperti dalam 'The Peculiar Life of a Lonely Postman' atau 'Peculiar Crimes Unit'—seri detektif yang mengolah keunikan menjadi daya tarik. Rasanya penulis sengaja memilih 'peculiar' ketimbang 'weird' atau 'strange' karena ia membawa nuansa klasik sekaligus ambigu.