تسجيل الدخولYang Richard tahu, Kyra Dellaina adalah semestanya; pelipur segala duka, penguat di saat langkah kaki menjadi berat. Cinderella yang sengaja Tuhan ciptakan untuk melengkapi tulang rusuknya. Yang Kyra tahu, Richard Parker mencintainya lebih dari apa pun di dunia. Pangeran berkuda putih yang menarik Upik Abu dari jelaga di cerobong asap dan menjadikannya Rapunzel di ketinggian menara. Yang mereka berdua tahu, jalan hidup mereka sempurna. Bahagia penuh cinta, tanpa celah bagi nestapa. Bersama sebuah rahasia yang akan mereka simpan rapat hingga akhir cerita.
عرض المزيد[Suamimu datang ke sini dengan selingkuhannya.]
Lily Orlantha membaca sebaris pesan dan foto yang dikirim Vina Prajaya dengan nanar. Maxwell Kalandra, suami yang selalu menatapnya dingin setiap bertemu pandang dengannya sejak pernikahan dua tahun lalu, tampak berbinar saat menatap seorang wanita yang menggelayut manja di sampingnya. Hati Lily pedih, terlebih kala pandangannya turun pada kedua kakinya yang telah lumpuh. Jika Max tidak menabraknya dua tahun yang lalu, ayahnya mungkin masih hidup. Lily juga masih bebas berkeliaran di luaran sana tanpa terkurung menyedihkan di dalam sangkar yang gelap dan sepi seperti ini.Dan Lily tidak perlu mencintai sendirian.
Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. Di bawah tekanan Ibu tirinya yang membawa perihal pengobatan terbaik untuk adiknya yang autis, Lily terjebak dalam pernikahan semu. Drrrt! Notifikasi email di ponsel membuat Lily tersadar dari lamunan. Ada pesan masuk dari sekolah desainer terkenal di Paris bernama Belle School of Fashion. Pesan itu berisikan undangan khusus agar Amarilis bisa sekolah di sana dengan beasiswa penuh. Tentu saja undangan itu datang setelah Lily melewati tahap penyeleksian yang ketat dalam waktu yang lama. Kesempatan ini bagaikan emas baginya. Usianya masih muda, masih ada waktu untuk mengejar masa depannya. Lily tak ingin terus menerus terkungkum dalam mansion yang besar namun penuh dengan kesedihan di dalamnya. Mungkinkah ini petunjuk dari Tuhan? [Aku ingin meminta cerai pada Max. Apakah aku akan mendapatkan uang darinya?] Gegas Lily memberi pesan pada sang sahabat. Hanya dalam hitungan detik, Vina langsung menelepon Lily. "Apa kau benar-benar ingin bercerai? Kalau iya, aku akan mengadakan syukuran untukmu selama tiga hari." "Iya, aku akan meminta cerai. Kedengarannya kau sangat senang," balas Lily. "Apa kau bercanda? tentu saja aku sangat senang. Aku senang karena akhirnya kau akan lepas dari jeratan Max si pria brengsek!" Sejak dulu, sahabat Lily itu memang tak suka Max. Dia bahkan sampai menawari sejumlah uang agar pernikahan tersebut dibatalkan. Namun Lily menolak tawaran Vina, dia tidak ingin memiliki hutang budi pada orang lain. "Terima kasih atas dukunganmu selama dua tahun ini, Vina." "Ya ampun, Lily! Untuk apa kamu berterima kasih? Tidak pantas kamu mengatakan hal itu, harusnya aku yang berterima kasih karena disaat penderitaanmu yang datang bertubi-tubi saja kamu masih bisa membantu butik mamaku yang hampir collapse dengan karya desainmu." Beberapa bulan setelah Lily menikah, dia mencoba memberanikan diri untuk mengirim hasil desainnya ke butik mama Vina yang hampir bangkrut, tetapi memang memiliki langganan ibu-ibu pejabat serta artis papan atas. Siapa sangka jika hal itu berbuah manis ke depannya? Lily menjadi sering mendapatkan permintaan dari ibu-ibu pejabat langganan Sandra untuk membuatkan sketsa gaun yang berbeda dari lainnya. "Oh, iya…. tapi kenapa kamu peduli soal harta gono-gini?" tanya Vina lagi. "Maksudku... kamu kan sudah bisa menghasilkan uangmu sendiri lewat karya desain yang selama ini kamu kirimkan ke butik mamaku. Aku kira mengandalkan penghasilanmu yang itu saja pasti sudah akan cukup untuk menghidupimu dan keluargamu. Yah... aku hanya tidak rela saja kalau Max nanti menghina dan merendahkanmu saat kau membahas soal harta gono-gini di persidangan nanti." "Apa kau ingat kalau aku pernah mengirimkan email pada Belle School? Tadi pagi, mereka mengirimkan undangan beasiswa untuk sekolah di sana. Jadi..." “WOW!” Terdengar jeritan yang keras dari seberang sana hingga membuat Lily harus menjauhkan ponsel dari telinganya. “Kamu harus segera berangkat ke Paris! Aku akan melawan orang yang menghalangi jalanmu, tak peduli Max sekalipun!" Lily tersenyum beberapa saat sebelum kembali berkata, "Aku tahu, tapi masalahnya aku tidak memiliki uang yang cukup untuk membuat ibu tiriku bungkam." Jika Saphira tahu Lily hendak mengajukan cerai dengan Maxwell, pasti dia tak akan tinggal diam karena satu-satunya sumber uang akan terputus karenanya. Gaya hidup wanita paruh baya itu hedon sekali. Dia kerap mengikuti arisan sosialita menggunakan uang bulanan yang dikirim Lily--yang mana uang bulanan itu adalah nafkah yang diberikan Maxwell untuknya setiap bulan. Sebenarnya Lily tak masalah untuk apa Saphira menggunakan uang itu, yang terpenting pengobatan dan pendidikan Arsen tidak terputus. Masalahnya Saphira menjadi ketergantungan karenanya. Sedang pendapatan sendiri tak cukup jika untuk sekedar memenuhi gaya hidup hedon Saphira. "Oh, kau benar. Ibu tirimu itu tak kalah brengsek dari Maxwell. Kau tahu? Aku dengar dari orang lain kalau ibu tirimu telah memiliki pacar yang usianya jauh lebih muda. Aku yakin ibu tirimu juga memberi uang pada pacarnya itu." "Benarkah? Aku baru mendengar berita itu." Suara Lily terdengar tak semangat. "Vina, aku takut kalau lama-kelamaan Saphira tidak akan peduli lagi dengan Arsen. Meski Arsen adalah anak kandungnya sendiri, tapi aku sangat paham tabiat Saphira yang gila harta." Lily merasakan kekhawatiran luar biasa terhadap adiknya. Sebulan yang lalu saat dia pulang ke rumah, dia melihat Arsen sedang tantrum hingga memukul tembok sampai jari-jarinya berdarah. Lily menjadi ragu jika Saphira menggunakan uang miliknya dengan semestinya. "Kau tenang saja. Aku akan mengurusnya nanti, sebaiknya kamu fokus dulu pada perceraianmu. Kau tidak akan bisa berbuat apapun selama masih terikat dengan keluarga Kalandra."*Selamat membaca*Richard sedang duduk memangku Cavero sambil menunggu Kyra yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Bocah lelaki pemilik tubuh gempal di pangkuan Richard tersebut sedang dalam masa aktif. Cavero tidak mau diam sedikit pun. Bibir tebal si bayi terus berceloteh meski tanpa arti yang jelas.“Nananana … “ Cavero menepuk - nepuk kedua tangan, sekali - sekali liurnya menetesi lengan Richard yang melingkari perut gembul itu.“Jagoan Ayah semangat sekali.” Richard terus bersikap siaga untuk menjaga supaya bocah lelaki kesayangannya itu tidak jatuh dari pangkuan.“Sama seperti ayahnya, Cavero tidak mau diam,” sahut Kyra tanpa menoleh ke arah Richard dan Cavero. Tangan Kyra masih fokus menuang bubur ke dalam mangkuk.Beberapa detik setelah itu, langkah pendek- pendek Kyra terdengar mendekat ke arah meja makan, tempat di mana dua lelaki kesayangan
*Selamat membaca*Cavero adalah anugerah terindah yang hadir menyempurnakan kehidupan Kyra. Sejak kehadiran Cavero dalam rahim Kyra, keadaan menjadi lebih baik secara perlahan-lahan. Hubungan Nyonya Amber dan Richard saat ini pun sudah seperti pasangan ibu mertua dan anak menantu pada umumnya. Richard tidak lagi menyebut Nyonya Amber dengan sebutan ‘Nyonya’. Nyonya Amberjuga
Butuh waktu selama lima hari untuk pemulihan bagi Kyra setelah melakukan prosedur operasi sesar di rumah sakit. Akhirnya, Kyra dan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu diizinkan pulang oleh dokter. Richard tentu saja merasa senang bukan main, dia bahkan mengabaikan semua urusan di perusahaan, baik milik Tuan Parker maupun miliknya sendiri. Richard mengalihkan seluruh tanggung jawab dan tugas penting kepada Calvin. Richard sudah mempersiapkan berbagai macam alibi untuk tinggal lebih lama di North Island. Kelahiran bayi pertamanya dengan Kyra, tentu saja patut untuk dirayakan. Richard ingin selalu bersama dua orang tersayangnya itu. ”Rich … “ Kyra memanggil Richard dengan suara lirih. “Hm?” Richard menyahut tanpa mengalihkan perhatian pada bayi laki-lakinya. “Apa tidak masalah?” tanya Kyra tiba-tiba. “Apanya?” Richard kali ini menatap Kyra dan balik bertanya. “Kau terlalu lama meninggalkan Midtown. Bagaimana dengan pekerjaanm
Kyra meringis lirih seraya bergerak tertatih menuju ke arah kamar mandi. Belakangan ini dia sering mengalami kontraksi palsu, di mana perutnya begitu terasa melilit dengan dorongan mengejan, tetapi yang terjadi ternyata hanya desakan untuk membuang air dalam kemih.“Ibu!” Kyra memekik dari dalam kamar mandi.Nyonya Amber segera menghampiri dan membuka pintu kamar mandi yang sengaja tidak dikunci. Wanita itu menjadi sedikit panik ketika air ketuban tampak membasahi kedua paha bagian dalam Kyra.Bibi Juni yang ikut menghampiri, segera tanggap memanggil sopir yang Richard sediakan untuk berjaga jika hal darurat semacam ini terjadi. Ketiga orang tersebut kemudian membawa Kyra ke rumah sakit terdekat. Mereka yakin sudah waktunya Kyra untuk melahirkan.Sementara itu di Midtown, Richard sedang bersiap untuk bertemu klien setelah makan siang, tetapi pikirannya mulai resah karena pesan teks yang dia kirimkan sejak pagi tadi belum kunjung mendapatkan ba
Tinggal seorang diri ketika Richard berada di Midtown menjalankan kesibukannya, tidak membuat Kyra hanya duduk manis tanpa melakukan apa-apa. Perut Kyra yang sudah semakin besar sering jalannya waktu kehamilan pun bukan alasan untuk dia berdiam diri di rumah. Kyra tetap menjalankan aktivitas sepe
Kyra patut bersyukur atas kehamilannya saat ini. Meskipun semula Kyra ragu dan mengkhawatirkan perihal kehadiran sang jabang bayi, sekarang itu menjadi anugerah terindah dalam hidupnya. Selain Nyonya Amber yang bersedia membuka pintu maaf bagi Kyra, kini hubungan sang ibu dengan Richard pun perla
“Maaf. Aku tidak seharusnya mengatakan itu, aku—”
Setelah perusahaan rintisan Richard mulai beroperasi, laki-laki itu menepati janjinya. Richard memboyong Kyra dari apartemen mereka di South East ke rumah baru yang dia beli di North Island. Meskipun perihal waktu, Richard masih belum bisa menemani Kyra setiap hari. Paling tidak, intensitas perte












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعاتأكثر