Nyawa Kandunganku, Ganti Kebahagiaan Anak Wanita Lain
Pada hari pemeriksaan kehamilanku, aku baru tahu kalau suamiku, sang bos mafia, sudah memesan operasi pengguguran kandungan untukku alih-alih paket perawatan masa nifas.
Awalnya aku pikir dia salah pesan dan bahkan sempat ingin menggodanya, tetapi Vigo berbicara dengan nada datar.
"Aku nggak salah pesan. Ada sesuatu yang harus aku kasih tahu sama kamu."
"Aku sudah lama punya wanita lain. Dia wanita baik-baik. Dia nggak menginginkan status ataupun mengambil posisimu sebagai Nyonya Besar."
"Tapi dia baru hamil belum lama ini. Aku sudah terlalu banyak membuatnya menderita. Aku nggak bisa membiarkan anaknya ikut menanggung penderitaan juga. Anak itu harus memakai nama Keluarga Margono."
Aku membeku di atas ranjang pemeriksaan, suaraku bergetar tak terkendali.
"Kalau begitu, kenapa kamu mau menggugurkan anakku?"
Dia mengusap gel USG di perutku lalu tersenyum tipis.
"Aku ingin kamu mengadopsi anak Gina. Aku menggugurkan kandunganmu karena takut nanti kamu bakal pilih kasih dan memperlakukan anaknya berbeda."
Dia menyerahkan formulir persetujuan itu dengan wajah tenang, seolah-olah semua ini hal biasa.
"Aku janji kamu bakal tetap menjadi Nyonya Besar. Nggak bakal ada siapa pun yang bisa menggantikan posisimu."
Aku menatapnya lama sekali sebelum akhirnya didorong masuk ke ruang operasi.
"Sudahlah."
"Vigo, kamu akan menyesali ini setiap hari selama sisa hidupmu."
Dia tidak tahu bahwa aku adalah satu-satunya wanita di dunia yang bisa memberinya seorang anak.