Se connecterGalang mendapati istrinya bunuh diri tepat di depan kantornya. Ia begitu terpukul karenanya. Selain itu ia juga mendapat fakta bahwa istri dan anaknya menjadi korban kekerasan yang tidak sama sekali ia ketahui. Atas kelalaiannya dalam menjaga istri dan anaknya, Andra harus mendekam dipenjara. Dan ia pun bertekad untuk membalas pelaku kekerasan pada istri dan anaknya setelah bebas. Siapakah pelaku kekerasan tersebut? Dan kenapa Alika sampai memutuskan untuk bunuh diri?
Voir plusI woke up quite early this morning , well I actually didn't get much sleep last night, I was busy contemplating on whether or not I was going to attend xxxx school's reunion party, which is being organized by the famous girls back then in high school who for no reason trash talk me for no just reason..... hmmm don't get me wrong but I actually wasn't timid okay !
At around 6:30 pm Hazel I'm calling to confirm if you'll be attending the party this evening, ... well I'm not sure I'll be going I don't want to meet Tessy and Rebecca you know what I mean , ...... Hazel come on it's been over a year now , you should over come your shyness or should I call it your fear and besides I'll be there with you or don't you trust me to have your back anymore,.... It's not like that Ariel you know I'm always confident when ever you're with me, and besides don't forget Jackson will be there tonight, I don't wanna be a third party in your mist, ........ come on Hazel that's the more reason you should go to the party, so you can get yourself a boyfriend. Ariel is tall with her tanned skin, she was full in the right places she has this sexy vibe that draws attention to her wherever she goes, while Hazel is also tall but not really as tall as Ariel , she has a timid vibe she doesn't know how to start up conversations with people. Ariel asked Hazel over to her place in other for them to dress up in her apartment. Hazel what would you be wearing to the party , Ariel asked Hazel replied with a shrug. Ariel smirked at her and said don't worry Hazel I have the perfect dress for you, I'm gonna give you a make over tonight. Hazel said anything thing was gonna be fine, little did she know that her friend was planning on turning her into a sexy seductress. when Ariel was done dressing both Hazel and herself up she called Jackson to come pick them up for the party. Ariel took Hazel to the floor to ceiling mirror to take a look at herself. Hazel was putting on a black v neck dress with a long slight getting up to her things which brought out all her hidden s-shaped figure out , her hair was held up in an updo with few strands falling by the corners of her face , she looked like a pure seductress. while Ariel was putting on a body hugged red dress matching with her bold lipstick color which is also red . They were both looking hot and sexy , ready to slay the party The party was being held at the new hotel xxx company built . The hotel was located at the far end of country A , it's in the middle of B city , the people who live there are mainly people from high class so basically it's mainly for the elite societies.people could be seen dancing, some were chatting, each and every person were basically doing one thing or the other.Dendi seorang pemuda berusia kisaran 28 tahunan baru saja terbangun dari tidurnya. Bunyi notifikasi dari ponsel tiada henti mengganggu tidur lelapnya. Sambil mengumpulkan nyawa, Dendi mencoba mencari tahu siapa gerangan yang terus saja menghubunginya itu.[Den, kau sudah lihat berita? Klienmu, Pak Galang ditemukan mati terjatuh dari lantai 4 kantornya bersama dengan temannya sendiri!]Dendi, mencoba membaca pesan dari salah satu temannya itu, berulang kali. Mencoba mencerna semua isinya. Berharap yang ia baca salah. Namun berulang kali Dendi membaca, isinya tetap sama tak berubah.Dendi sangat tak percaya akan berita yang baru saja diterimanya itu. Pasalnya kurang dari seminggu lalu Galang datang menemuinya.Dengan wajah murung, dan putus asa, hampir tengah malam Galang memaksa Dendi agar mau meluangkan waktu untuknya, kala itu. Dendi sempat menolak. Ia tak mau bekerja di luar jam kerjanya. Ia tak pernah mau pekerjaan mengganggu jam istirahatnya.Tapi Galang memaksa, ia berjanji akan
"Pak Galang, saya sudah menemukan beberapa bukti yang menguatkan penggelapan dana yang telah dilakukan oleh Pak Satria!" lapor Vera bersemangat, sesaat setelah aku kembali dari hotel.Tak bisa fokus, aku tak langsung menanggapi ucapannya."Apa sebaiknya kita bicarakan terkait ini semua nanti saja, Pak?" tanya Vera ragu-ragu. Mungkin ia menangkap perubahan mood-ku yang sangat berbeda setelah kembali dari hotel."No, no, kita selesaikan semua ini sekarang juga. Aku minta kau salin semua bukti yang kau dapatkan. Berikan salinannya padaku dan kuminta kau segera buat laporan terkait Satria ke polisi, Ve! Aku percayakan kasus ini padamu!" titahku, seraya menatap Vera penuh keyakinan bahwa dia akan menyelesaikan semua dengan baik."Sa-saya yang buat laporan, Pak? Bagaimana jika orang lain saja, jujur saya takut menghadapi Pak Satria nantinya, Pak ...." Nampaknya Vera tak percaya diri untuk meneruskannya, sayangnya ia tak punya pilihan, hanya dia yang bisa melakukannya. Maka tak ada pilihan l
Mendapati Alika yang melawan, Wulan tak tinggal diam. Ia mendatangi Alika kembali dengan nafas yang terengah-engah lalu sekonyong-konyong menjabak rambut Alika keras hingga Alika tersungkur terjatuh."Jangan pikir kau bisa melawanku, Alika. Tak akan pernah bisa!" murka Wulan. Sembari mengeraskan cengkeramannya pada rambut Alika. Alika memekik kesakitan. Ia tak tahan lagi terus diperlakukan kasar. Seketika ia mengambil alat pel lantai yang tergeletak begitu saja lalu memukulnya ke badan Wulan dengan keras.Wulan meringis kesakitan. Tak percaya Alika melawan. Langsung saja Wulan merebut alat pel di tangan Alika, lalu menghujani Alika dengan pukulan bertubi-tubi. Alika tak dapat berbuat banyak. Ia hanya meringkuk kesakitan sembari melindungi janin di dalam perutnya.Saat Wulan sedang melancarkan aksinya, tiba-tiba saja terdengar tangisan Alesha yang kencang. Alesha ketakutan melihat ibunya dipukuli, dan juga menjerit kesakitan.Ibu segera menghampiri Alesha, dan menggendongnya. Tapi bu
Author's POV2 tahun yang lalu.17 Desember 2018Seperti biasa, hari itu Alika tengah mengerjakan pekerjaan rumahnya seorang diri saat belum ada seorang pun penghuni rumah yang bangun dari tidurnya. Menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci baju, semua Alika kerjakan tanpa sedikit pun ada bantuan dari Wulan--madunya sendiri--atau pun Ibu mertuanya. Tiba-tiba, Rendi, adik dari madunya datang begitu saja dan mendorong Alika yang sedang mencuci piring di wastafel. Sekonyong-konyong lelaki yang seumuran dengan Alika itu memuntahkan seisi perutnya.Alika kesal bukan main melihat ulah lelaki pengangguran itu, yang bisanya hanya merepotkan di rumah ini. Setiap harinya selalu pulang pagi dan dalam keadaan mabuk seperti sekarang ini. Tak pernah ada kegiatan berarti yang ia lakukan. Kesalnya lagi, kakaknya, Wulan selalu saja menuruti adiknya yang hanya bisa minta uang padanya saja. Apalagi uang yang diberikan oleh kakaknya itu adalah uang dari Galang suami Alika yang juga suami Wulan."Kau in
Sedari awal aku memang tahu hanya dimanfaatkan olehnya. Tapi yang menjadi kebodohanku adalah percaya bahwa dia akan memenuhi janjinya. Ternyata semua palsu."Kau, tak 'kan pernah menikahiku kan Ridwan?" tanyaku tiba-tiba."Hah, apa maksudmu, Wulan?" tanya Ridwan balik. Seolah polos tak mengerti arah p
Segera kubuka galeri ponselku ingin tahu apakah ada video serupa di sini. Aku takut saat lengah ada yang menyalinnya lalu menyebarkannya. Tapi bagaimana bisa? Sedangkan ponselku memakai kunci sidik jari. Pasti sulit membukanya.Tapi ternyata ada hal lain yang membuatku tercengang. Semua gambar dan vi
"Om Galang ..., bisakah kau cepat datang ke rumahku?" pekik Kaira lewat telepon.Kulihat jam di dinding, masih pukul enam pagi, bahkan aku belum bersiap mandi. Tapi Kaira memintaku untuk segera datang kerumahnya. Tiba-tiba aku teringat masalah Wulan kemarin. Pasti ini ada hubungannya dengan masalah
Namun belum sempurna meninggalkan ruang makan ini, Ibu kembali memanggilku."Galang, apakah Alika pernah mendatangimu?" tanya Ibu dengan suara yang lemah sekali.****"Hah, apa?" Aku meminta Ibu mengulang pertanyaannya lagi. Takut aku salah mengerti pertanyaannya barusan. Atau Ibu yang salah mengucapka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires