Darling Enemy
"Nggak usah, Nda. Illa baik-baik aja."
"Kamu lapar tidak, La? Mau makan bubur ayam? Bunda tadi membeli bubur ayamnya Mang Udjo." Mendengar kata bubur ayam Mang Udjo, perut laparnya meronta-ronta seketika. Ia langsung menganggukkan kepalanya cepat-cepat. Sakit boleh sakit, tetapi lambungnya kan dalam keadaan baik-baik saja. Melihat anggukan kepalanya, bundanya segera menyiapkan bubur ayam. Saat kotak styrofoam dibuka, aroma harumnya bubur ayam seketika menguar di udara. Hidung bangirnya langsung mencium-cium udara. Mengendus-endus aroma khas makanan favoritnya. Perutnya bergemuruh. Ia memang sedang dalam keadaan lapar berat. Bundanya mengambil sebuah sendok dari dalam plastik besar dan mulai
Hot Chapters