Cinta Pertama Mas Ali
tanyaku saking kagetnya.
Tapi, dia malah senyam-senyum. "Penasaran, ya? Di rumah ada siapa? Kalau ada orang tua kamu, aku boleh kan, masuk? Kalau enggak ada, ngobrol di luar aja. Bisa?" Dia berkata sambil menyerahkan bungkusan plastik sedang.
"Apa ini, Dok?" tanyaku seraya menerimanya.
"Bubur ayam sama buah. Kebetulan tadi lewat sini, sekalian beli buat kamu. Oh ya, pertanyaan saya belum dijawab. Ada enggak orang tua kamu?"