Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Demi biaya pengobatan suamiku yang mengalami kecelakaan, aku terpaksa meninggalkannya. Ibu mertuaku berjanji akan menanggung semua biaya perawatannya, dengan satu syarat, aku harus pergi dari hidupnya. Diam-diam, aku membawa serta anak dalam kandunganku. Aku tak pernah membayangkan harus memilih antara tetap di sisi suamiku atau memastikan dia mendapatkan perawatan yang layak. Tapi ibu mertuaku tak memberiku pilihan lain. "Jika kau benar-benar mencintainya, buktikan dengan menghilang dari hidupnya," katanya dingin, menatapku dengan penuh kebencian. "Kamu sudah cukup membawa sial dalam hidupnya." Dadaku sesak. Aku ingin membela diri, ingin berteriak bahwa aku bukan penyebab semua ini. Tapi saat aku menoleh ke arah Arfan, terbaring lemah dengan nafas yang bergantung pada alat medis, aku tahu aku tak punya pilihan lain. Malam itu, dengan tangan gemetar, aku mengemasi barang-barangku. Tak banyak yang kubawa, hanya beberapa pakaian, sedikit uang, dan tentu saja, rahasia terbesar yang ku sembunyikan dari ibu mertuaku, kehidupan kecil yang tumbuh dalam rahimku. Sebelum pergi, aku berdiri di ambang pintu kamar rumah sakit, menatapnya untuk terakhir kali. Aku ingin menyentuhnya, menggenggam tangannya, membisikkan bahwa aku mencintainya dan berharap dia segera sadar. Tapi aku takut. Takut jika aku menunggu lebih lama, aku tak akan sanggup pergi. "Aku mencintaimu," bisikku pelan, lalu melangkah pergi, meninggalkan hatiku bersamanya.
Romansa
104.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Cerita Pendek · Mafia
7.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Saat berusia tujuh belas tahun, seseorang menusuk rahimku dengan pisau, membuatku tidak bisa mengandung seumur hidup. Dulu suamiku bersumpah akan mencintaiku selamanya, tetapi saat pernikahan kami menginjak usia lima tahun, dia malah berselingkuh dengan wanita yang dulu menghancurkan hidupku dan memiliki anak dengannya. Kini, dia memaksaku bercerai demi memberikan posisiku pada wanita itu.
Baca
Tambahkan
Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Ketika Maria Wijaya keluar dari kantor catatan sipil untuk kesembilan kalinya, hal pertama yang ia lakukan adalah menelepon orang tuanya yang berada jauh darinya. “Ma, aku dan Arhan cerai lagi.” Ia bersandar pada pohon mahoni di pinggir jalan. Suaranya terdengar lelah. “Kali ini aku nggak mau rujuk lagi. Keluarga Satria terus membujuk agar aku melakukan pernikahan aliansi dengan mereka, kan? Aku akan melakukannya.” Di seberang sana, ibunya lama terdiam sebelum akhirnya menghela napas. “Maria, kamu yakin? Anak dari Keluarga Satria itu sudah dua tahun terbaring sakit. Kamu tidak akan bahagia jika menikah dengan…” “Aku tidak peduli,” ucap Maria memotong ucapan ibunya, matanya merah berkaca-kaca. “Ma, semakin cepat pernikahannya, semakin baik.”
Baca
Tambahkan
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Ellena mau tidak mau menerima kesepakatan dengan Reon untuk jadi tunangan pura-pura mantan kekasihnya itu. Semua dilakukan untuk mendapatkan biaya pengobatan sang nenek yang merawat Ellena selama ini. Dalam ruangan tertutup dan jam kerja panjang, mereka terjebak dalam gairah lama, godaan yang tidak pernah padam, luka yang belum sembuh, serta rahasia masa lalu perlahan terungkap. "Elle..." "Ahh! Pak Reon... Berhenti!" Apakah hubungan Ellena dan Reon akan berakhir sama seperti dulu? Kandas di tengah jalan? Ataukah mereka akhirnya bisa bersatu meski harus melewati batas profesional?
Romansa
10584 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Lagi-lagi Jatuh Cinta

Lagi-lagi Jatuh Cinta

Zaki Aryawijaya dan Kania Ayu Prasetya adalah dua anak sekolah yang tanpa sadar mulai merasakan benih-benih cinta. Perasaan Kania tumbuh seiring dengan perhatian Zaki yang selalu ada untuknya, terutama saat mantan pacarnya, Galang, berselingkuh dan meninggalkannya dengan luka yang mendalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan mereka pun semakin kuat, namun kebahagiaan yang mereka impikan tidak semudah yang mereka bayangkan. Galang, yang merasa dikhianati, terus berusaha memisahkan mereka karena niat balas dendam. Masalah-masalah lama semakin rumit, dan mereka terjebak dalam salah paham yang tidak kunjung selesai. Akhirnya, mereka terpaksa berpisah. Bertahun-tahun setelahnya, Zaki dan Kania bertemu kembali dengan kehidupan yang jauh berbeda. Zaki kini menjadi CEO sukses, sementara Kania berjuang untuk melamar pekerjaan di perusahaan Zaki. Tak disangka, pertemuan mereka menjadi titik awal konflik dan ketegangan yang baru. Akankah cinta mereka kembali bersemi di tengah perbedaan yang begitu besar? Atau akankah luka lama yang belum sembuh membuat semuanya semakin sulit? Zaki yang dulu penuh canda tawa kini menjadi sosok yang angkuh dan dingin. Apakah mereka masih bisa menemukan jalan menuju kebahagiaan?
Romansa
10598 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang

Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang

Saat ulang tahunku, Mon Devan, memberiku kalung mutiara almarhum istrinya yang meninggal. Aku memakainya untuk makan malam. Putra tiriku, Liam, sangat marah dan menyiramku dengan anggur merah. Aku pun menjadi lelucon dalam pesta itu. "Dasar pelacur." Dia mendesis. "Kamu pikir karena memakai perhiasan ibuku, kamu bisa jadi dirinya?" Dia menatapku dengan tatapan sedingin es. Lalu berteriak, "Keluar dari rumahku!" Ibunya meninggal saat dia masih bayi, aku yang membesarkannya. Seseorang pasti sudah memengaruhinya. Mereka memberitahunya kalau akulah yang membunuh ibunya. Sekarang, dia berpikir akulah pelacur berakal busuk yang menjebak ayahnya. Dan bagaimana dengan ayahnya? Suamiku? Dia tidak pernah melihatku. Dia hanya melihat hantu Karina. Hatiku tidak hanya retak, tapi hancur. Mereka tidak mencintaiku, tidak juga peduli padaku, jadi aku pergi. Lalu kenapa... Setelah aku sepenuhnya pergi, mereka merangkak memohon padaku untuk kembali?
Cerita Pendek · Mafia
8.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Bukan Aku

Bukan Aku

Navira Sema
Bagaimana bisa suatu hubungan tanpa adanya saling percaya? Apa mungkin? Lalu bagaimana mereka menjalani hidup jika tak saling percaya? Malangnya Filza, tak dipercaya suaminya sendiri, Satria. Semuanya bermula saat dirinya difitnah telah membunuh ayah mertuanya. Sejak itu Satria membencinya. Satria kecewa berat. Dia mengira ayahnya dibunuh istrinya sendiri. Padahal pembunuh sebenarnya adalah mantan pacarnya. Hari-hari Filza di rumah baru bersama suaminya bak penjara hati. Setiap hari selalu saja sakit hatinya. Dia benar-benar tak berarti lagi untuk suaminya.
Romansa
1011.9K DibacaTertahan
Baca
Tambahkan
Aku yang tak mengerti cinta

Aku yang tak mengerti cinta

Yanti D
Leo: Hidupmu terlalu tinggi. Tantangan ini akan menarik, buktikan seberapa kuat energimu. Ali: Si Bengis seperti psikopat, tunjukan seberapa pandai taktikmu. Dimata Siva, Leo adalah cowok idaman. Apa lagi saat Leo mengajak bicara dengannya, seolah seluruh partikel di dalam tubuh Siva memancar kuat. Tetapi, kurangnya adalah, ia memiliki cinta yang lain. Bagaimana dengan Ali? No-coment, katanya. Sudah lama Siva menaruh rasa dari sosok angkuh Leo yang selalu membebani pikirannya. Namun, hubungan kali ini berbeda! Akibatnya sungguh membuat adrenalin Siva membuas. Lalu, siapa yang berjiwa kuat? Apa mungkin Leo, cowok brengsek itu? Coba sebutkan satu alasannya! "Leo, merah itu warna yang berani, tapi aku takut hamil." "Tinggak ke penghulu saja ...." Masalahnya adalah, ini lebih parah dibanding warna merah.
Romansa
103.0K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Saat aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksa apakah percobaan bayi tabung keempatku berhasil, aku melihat Erwin Sentosa yang katanya sedang dinas luar kota, dengan hati-hati menopang seorang gadis muda dan cantik keluar dari departemen kebidanan. Perut gadis itu membesar, tampak sudah hampir melahirkan. Erwin hanya terlihat panik sesaat, lalu segera melindungi gadis itu di belakang tubuhnya. “Jennie, Keluarga Sentosa butuh seorang anak untuk meneruskan garis keturunan. Setelah anak ini lahir, kita akan kembali seperti dulu.” Nada suaranya yang tegas terdengar jelas di telingaku. Aku tersenyum dan mengangguk menyetujuinya. Di tengah tatapan terkejutnya, aku diam-diam menyembunyikan hasil pemeriksaanku. Di hari gadis itu melahirkan, aku meninggalkan surat perceraian… dan pergi dari hidupnya untuk selamanya.
Cerita Pendek · Romansa
9.960.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status