Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Madam Assili
Musim salju pertama di Kota Paris seharusnya menjadi awal kehidupan yang indah bagi Fatma. Namun, semua berakhir dengan meninggalkan robekan hati yang menganga. Suami yang bahkan tidak sempat memberikannya sentuhan di malam pertama, kini hidupnya justru berakhir tragis di tangan seseorang. Kini, debaran yang sering kali terdengar dari dada mendiang suaminya, justru kembali mengganggu indra pendengaran Fatma. Bedanya, debaran itu berasal dari tubuh orang yang sempat dia lupakan. Apakah suaminya hidup kembali? Atau cintanya saja yang tidak pernah mati?
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 480 Times as bunga teratai putih salju
Show Reviews (50)
Read
+Library
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Read All Reviews
Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Aku punya sembilan nyawa, dan enam nyawa sudah kuhabiskan untuk Rico. Kali pertama, aku tertimbun dalam longsoran salju saat mencoba menyelamatkannya. Air dari lelehan salju memenuhi mulut dan hidungku. Kali kedua, aku diburu oleh musuhnya dan ditusuk 24 kali hingga tubuhku hancur lebur. Awalnya, dia gemetar dan berjanji tidak akan menyakitiku lagi. Pada kali ketujuh, dia sudah terbiasa dan sengaja menabrakkan mobilnya padaku hanya untuk menyenangkan seorang wanita. "Nyawanya nggak ada harganya. Asal kamu bahagia, dengan senang hati aku suruh dia mati 99 kali." "Kamu mau lihat kematian macam apa lagi? Aku akan mengaturnya sesuai keinginanmu." Aku terhempas sepuluh meter jauhnya seperti baju bekas yang terkoyak. Darah segar mengucur dari mulut dan hidungku. Namun, aku tersenyum dan menghitung dengan jariku. "Dua kali lagi, utang budiku akan terbayar lunas." Rico Sarihan tidak tahu aku hanya punya sembilan nyawa. Setelah aku mati untuk kesembilan kalinya, aku tidak akan kembali lagi. Ironisnya, saat aku benar-benar mati, dia memeluk erat mayatku yang hangus dan berbau busuk itu, tidak mau lepas. Air matanya bercucuran tak terkendali. "Tiara, kumohon bangunlah. Jangan tega begini sama aku. Kelak aku nggak akan biarkan siapa pun menyakitimu lagi." Sayangnya, tidak akan ada lagi seseorang yang menghapus air matanya dengan tangan gemetar berlumuran darah.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Ini adalah malam tahun baru ketiga sejak suamiku bangkrut. Rumah kami begitu miskin sampai tidak tersisa beras sedikit pun. Dia bilang, dia ingin makan daging. Dengan suhu minus 20 derajat dan badai salju lebat, aku menahan dingin sambil mengendarai motor listrik tua untuk mengambil pesanan kerja lepas. Jalanan terlalu licin. Aku dan motorku terperosok ke selokan. Beberapa tulang rusukku patah dan di tengah salju yang menutupi langit, tubuhku perlahan kehilangan suhu. Menjelang ajal, tanganku masih mencengkeram erat kotak lauk daging goreng yang kubeli khusus untuk tambahan makanannya. Setelah jiwaku meninggalkan tubuh, aku melayang kembali ke rumah kontrakan kami yang selalu berangin, tetapi tak ada seorang pun di sana. Aku keluar dan melihat suamiku berdiri rapi dengan setelan jas di sebuah vila mewah yang hanya terpisah satu jalan. Di tangannya sedang menggoyangkan segelas anggur merah dengan santai. Sekelompok pengawal bersikap sangat hormat kepadanya. Aku melayang mendekat dan mendengar dia bergumam, "Aku benar-benar nggak kepengin lagi jalani hidup sengsara begini. Kalau wanita bodoh itu tahu aku pewaris orang terkaya, mungkin dia akan senang setengah mati." "Tapi, ke mana dia pergi? Kenapa belum pulang untuk masak? Benar-benar makin malas saja." Namun dia tidak tahu, aku tidak bisa pulang lagi.
2.8K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Malam Kelam di Tempat Karaoke

Malam Kelam di Tempat Karaoke

"Gery, itu putriku! Ke mana tanganmu meraba-raba?" Di dalam ruangan tempat karaoke, rekanku Gery mabuk berat dan salah mengira putriku sebagai gadis pemandu lagu. Tangannya meraba-raba paha putriku, bahkan hampir menyelinap ke balik roknya. Yang tidak masuk akal, putriku justru tampak haus dan menikmati rabaan itu. Aku melirik putri Gery yang duduk di samping, dadanya yang seputih salju seolah hampir meledak menembus pakaiannya. Jika situasinya begini, jangan salahkan aku kalau aku pun mengincar putrimu!
2.1K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

Giovanna Bee
Kisah tentang Diana dan Alexander yang berasal dari dunia yang berbeda; siang dan malam, hitam dan putih, baik dan tidak baik.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
DiaLangit

DiaLangit

enka_29
Apa itu cinta? Kenapa dia hadir? Kapan dia datang? Mungkin pertanyaan di atas tak pernah sekalipun terlintas dibenak si anak olimpiade Sosiologi SMA Nusa Pertiwi. Gadis pemilik mata hazel itu hanya mengisi masa putih abu-abunya dengan segala macam aktivitas yang berhubungan dengan belajar dan olimpiade, hingga pada satu titik dimana kehidupannya tak lagi seputar olimpiade saat si playboy SMA Nusa Pertiwi mengusik hari-harinya. Bagaimana perjalanan masa putih abu-abu si anak olimpiade selanjutnya? Disini tak hanya tentang percintaan, kisah ini lebih dari yang kalian duga!
2.1K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Kekuasaan : Lahirnya Sang Pemersatu

Kekuasaan : Lahirnya Sang Pemersatu

"Aku ini dimana?" Semua terlihat putih, sejauh mata memandang, hawa dingin menjalar dari luar tubuh menuju sekujur tulang. "Tempat apa ini?" "Ahhh Ahhhh"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Permainan Mustahil

Permainan Mustahil

Anggur merah mengalir perlahan menyusuri leherku yang jenjang, turun hingga ke tulang selangka, lalu ke bagian dadaku yang putih dan berisi. Cairan merah itu membasahi kedua buah dadaku, sebagian mengalir ke celah yang dalam di antaranya, lalu merembes ke kemeja putih yang kukenakan. Pakaianku pun menempel erat di tubuhku, membuat dua tonjolan lembut di dadaku tampak samar di baliknya. Tubuhku mulai bergetar pelan karena gugup, tetapi di saat yang sama, ada sensasi tegang yang sulit dijelaskan. Ini pertama kalinya aku dengan sadar mencoba menggoda pria lain selain suamiku.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Risa Melia dikenal luas di kalangan elite sebagai "peri kecil". Dia punya bibir merah yang melengkung tipis dan sudut mata yang menggoda. Niko Sutomo adalah pewaris paling cemerlang dari keluarga konglomerat. Dia dingin, sulit didekati, laksana bunga di puncak gunung salju, penuh pengendalian diri dan tahan pada hasrat. Tak seorang pun tahu bahwa dua pribadi yang begitu bertolak belakang ini, di antara gelapnya malam, saling menjerat dalam keintiman. Di kursi belakang mobil yang melaju senyap, di toilet jamuan amal yang sunyi, hingga di depan jendela kaca setinggi langit-langit di kebun anggur pribadi, pinggang Risa dicengkeram erat hingga kakinya melemas. Satu malam panas telah usai, suara air mengalir terdengar lirih dari kamar mandi. Risa bersandar di kepala ranjang, menghubungi ayahnya. “Aku bisa menikah dengan Putra Mahkota Kota Selatan yang katanya sekarat itu untuk menolak bala. Tapi aku punya satu syarat .…” Di seberang sana, kegembiraan ayahnya tak bisa disembunyikan. “Katakan syaratnya. Asal kau mau menikah, apa pun syaratmu akan Ayah penuhi.” “Nanti kita bicarakan saat aku pulang.” Suara Risa terdengar lembut, namun sorot matanya dingin tanpa emosi. Risa menutup telepon dan hendak bangkit untuk berpakaian, sekilas pandangannya jatuh pada laptop Niko di samping ranjang. Layar yang menampilkan aplikasi pesan masih menyala di sana. Pesan terbaru datang dari seorang gadis dengan nama kontak "Dinda". [Kak Niko, ada petir, aku takut ….] Ujung jari Risa bergetar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Niko keluar dari sana. Tetesan air meluncur dari tulang selangkanya, dua kancing kemejanya terbuka sembarang, tampak dingin dan tenang, terselip sedikit kesan santai dan malas yang memikat. “Ada urusan di perusahaan. Aku pergi dulu,” katanya datar sambil meraih jas. Bibir merah Risa terangkat membentuk senyum tipis. “Urusan perusahaan, atau kamu mau menemui belahan jiwamu?”
18.1K viewsCompletedAdded to Library 650 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
Satu Malam Bersama Tuan Muda

Satu Malam Bersama Tuan Muda

Isabella Dinda Prameswari — gadis berusia 23 tahun yang rela meninggalkan kampung halamannya di Bogor untuk bekerja sebagai office girl di sebuah hotel mewah Jakarta. Hidupnya penuh perjuangan setelah sang ayah meninggal, meninggalkan ibu dan dua adik kecil yang harus Dinda tanggung. Namun, takdir kejam menimpa Dinda. Dalam lelahnya menjalani sif malam, ia menjadi korban pria mabuk yang menyeretnya ke kamar hotel yang telah ia bersihkan dan merenggut kehormatannya. Pagi harinya, Dinda memutuskan untuk pergi dari kamar yang membawa luka untuknya dan meninggalkan pria yang merusak hidupnya itu sendirian dengan tanpa busana. Hidup Dinda berubah dalam semalam. Akankah ia bisa bangkit dari luka yang menghancurkan hidupnya? Atau justru, takdir akan membawanya ke jalan yang tak pernah ia bayangkan?
609 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as bunga teratai putih salju
Read
+Library
PREV
1
...
1415161718
...
43
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status