Pesugihan Kandang Bubrah
"Pertama, jangan dekati pohon itu. Kedua, kita harus cari tahu siapa yang dulu membuat perjanjian itu. Karena lubang itu hanya bisa ditutup dengan membatalkan janji lama."
Mereka bertiga saling berpandangan. Jalan di depan mereka tampak semakin suram.
Malam itu, mereka kembali ke rumah. Lila menyiapkan beberapa cermin kecil dan menggantungnya di dekat pintu dan jendela, seperti yang pernah diajarkan Bu Retno.
Dimas menabur garam kasar di sepanjang batas teras.
Mereka melakukan semua yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah. Tapi tetap saja, rasa dingin itu menembus dinding, merayap ke kulit mereka.