Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Ting! W******p dari emakku. Rupanya beliau sudah baca WA yang kukirim 30 menit lalu. [Ini beneran kamu beliin Emak emas 10 gram? Ya, ampun, Ocha, kamu hebat sekali, Nak. Baru kerja sudah bisa bahagiakan Emak. Tahu gini, Emak akan ngizinin kamu kerja dari dulu, Cha. Tahu, nggak, sih? Tadi Emak langsung bikin status emas ini. Semua orang tanya sama Emak beli di mana? Berapa gram? Bagus banget. Pokoknya, Mak seneng banget. Makasih, ya, Cha. Kamu hati-hati di sana. Pokoknya Emak akan selalu dukung apa pun yang kamu lakukan di sana. Asalkan menghasilkan banyak uang. Ingat, Nak! Uang adalah segalanya dan dengan uang kita bisa dihormati banyak orang.]
7.724.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 872 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Terpaksa Bertahan

Terpaksa Bertahan

jawab Emak ketus "Emak kenapa kok gitu mukanya,?" "Emak itu kesel sama kamu. Kok kamu gak bilang kalau kamu lagi hamil,?" "Maaf Mak, " jawabku sambil tertunduk. "Kalau Emak tau kamu hamil, Emak akan paksa Anang untuk bekerja buat nafkahin kamu dan anak anakmu. Agar kamu gak harus cape cape bekerja," ucap Emak dengam wajah kesal menahan marah
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Pak Kades berkata sambil tersenyum. Setelah banyak berbincang-bincang, akhirnya Pak Kades dan Pak Azis berpamitan pulang. “Alhamdulillah,” ucap Emak ketika aku menceritakan apa yang sudah dikatakan oleh Pak Kades. “Angga, kamu harus nurut sama ibumu. Ibumu pontang-panting ngurusin kamu sendirian, sampai-sampai ada gosip tentang ibumu.” Emak melanjutkan berbicara.
1058.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Suamiku Adalah Pewaris Yang Tak DiAnggap

Suamiku Adalah Pewaris Yang Tak DiAnggap

Keadaan ini sungguh membuatnya sangat terpukul setelah kemarin dia merasa sangat bahagia dengan keputusan ibu mertuanya yang seolah membuat perayaan kecil namun ternyata hanya sandiwara semata. "Lalu aku harus bagaimana?" tanya Bram sambil menghela nafas berat menghadap ke arah Warsa yang sangat iba dengan keadaan ini. "Kau harus tenang. Aku yakin ada maksud baik dari semua keadaan ini. Bisa jadi dia," "Apa kau bilang?!" Bram semakin kesal saja. "Kau masih bisa bilang ada maksud baik dari keadaan ini? Kau ngeledek!"
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Mencari Om Ganteng Untuk Mamaku

Mencari Om Ganteng Untuk Mamaku

ujar Yeona sambil menopang dagu menunggu putranya makan siang. “Bener, Ma?” mata sipit keturunan dari Korea Selatan itu melebar. Terpancar di matanya berharap ingin bertemu seorang Papa karna dari bayi dia belum mencium aroma, Papa. Dengan lahap Emilio menyantap makanan. Di meja makan yang penuh dengan lauk pauk komplit beserta sayur, Emilio lebih memilih makan nasi goreng kesukaannya. Mulut mungilnya terbuka lebar untuk memasukkan sesendok penuh nasi goreng supaya cepat habis.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Ia tersenyum bahagia sat melihat kami menjenguknya. Perempuan yang tengah mengandung ini semakin cantik dan glowing. Senyuman yang selalu ia tampilkan semakin menambah kecantikannya. Suami Mei tidak ada di rumah, ia ditemani adiknya yang baru saja tamat SMA. “Kalian kenapa gak ngabarin?” tanya Mei masih terlihat bahagia. “W******p kamu gak aktif, gimana mau ngasih kabar.” Farah yang menjawab.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Tante Muda

Pemuas Hasrat Tante Muda

gumam Edo yang sudah keluar dari rumah Tante Almara. Edo naik motor berlalu pergi dan berhenti di pertigaan jalan yang agak sepi. Dia turun dari motor dan muntah-muntah. Tidak semua pria itu menikmati hubungan menjijikkan dengan Tante Almara. Contohnya Edo yang terpaksa tersenyum di hadapan Tante Almara, padahal hatinya tersiksa dan rasanya ingin muntah pun ditahan. "Kalau bukan karena syarat khusus penerimaan, aku tak sudi! Cih!"
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!

Kembar Lima: Om Presdir, Berhenti Mengejar Mommy!

jawab Parteer menjelaskan. "Apa?!" Caesar dan Eric tersentak kaget mendengarnya jawaban dari Papa Vidia yang sudah tua itu. "Terakhir Vidia ke sini, dia meminta surat rumah pada Mama dan Papa," ujar Kaily dengan wajah sedih. "Kami tidak tahu digunakan untuk apa. Istrimu datang sambil mabuk dan marah malam-malam. Mama sangat nelangsa dan Mama malu padamu atas sikap anak Mama."
1044.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Mama Temanku

Terjerat Pesona Mama Temanku

sahut Adit kembali berdusta. “Oh ... iya, iya ....” Hardian menangguk-anggukkan kepalanya. “Mama aku memang sempurna, Dit, aku bersyukur punya mama yang masih muda tapi sudah mau menjalani kehidupan emak-emak pada umumnya, arisan, pengajian ....” Adit tersenyum. Senyuman yang diperlihatkan tampak lepas, walau hatinya sedikit miris dan tertawa karena tahu bagaimana mamanya Hardian di luar sana.
9.9125.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai pemuas emak emak
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Fahira
Keren ceritanya. Semuanya campur aduk, lucu, seru, menegangkan, ada adegan dewasa, romantis, penuh intrik, dan ternyata banyak plot twist. Jg ternyata ada cerita masa kelam/ trauma yg melatarbelakangi psikologis para tokohnya.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Pemuas Hasrat Tuan Atasan

Pemuas Hasrat Tuan Atasan

Esme memegang pundak Shanum dan berkata lagi, "Sekarang kamu bisa hidup tenang, Shanum. Paman Kemal pastinya merasakan hal yang sama." Shanum menunduk, dan tersenyum tipis. "Ya. Sekarang aku bisa tenang, Esme," ungkapnya, tanpa reaksi berlebihan yang seharusnya dia pamerkan pada Esme. Lantas Shanum memandang Esme, dan memegang dada. "tapi... entah kenapa rasanya ada yang hampa di sini," lanjutnya. Perihal perasaan yang saat ini mengganggu Shanum, tentunya Esme tahu penyebabnya. "Kamu mungkin yang lebih tahu jawabannya, Shanum."
1097.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai pemuas emak emak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status