Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Semua baik-baik saja.” Arsen tidak membalas. Ia tetap fokus menyetir. Dari sudut matanya, ia melihat jari-jari Aira mencengkeram tali tasnya terlalu kuat, seolah itu satu-satunya jangkar yang menahannya. Apartemen baru mereka berada di pinggir kota, jauh lebih sunyi. Tidak ada galeri, tidak ada studio, dan tidak ada orang-orang yang mengenal Aira sebagai apa pun selain perempuan biasa. Itulah yang ia mau.
10695 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Kejamnya Mulut Suamiku

Kejamnya Mulut Suamiku

Rumah itu kini berdiri tegak di atas lahan luas di salah satu kawasan elit Bekasi, dindingnya berwarna putih bersih dengan sentuhan kaca berkilau yang memantulkan sinar matahari pagi. Taman depan yang asri dipenuhi bunga bermekaran, jalan setapak dari batu alam mengarah ke beranda yang luas. Tidak ada lagi rumah papan sempit yang dulu bocor saat hujan, tidak ada lagi atap yang menekan seolah menahan harapan. Rumah ini bukan sekadar bangunan megah—ini adalah bukti nyata bahwa Rina telah bangkit dari keterpurukan.
616 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova

Terperangkap Kontrak Hasrat Sang Casanova

tanya Alesio sambil menyandarkan tubuhnya di dinding yang terbuat dari marmer. Alana memandang sekeliling dengan tatapan kagum. Dia bukan gadis norak yang baru pertama kalinya melihat rumah kaca, namun rumah kaca kediaman Kingston benar-benar luar biasa. "Indah.." Ucap Alana Alesio tersenyum "Rumah kaca ini memiliki banyak kenangan bagi keluarga Kingston.”
9.656.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu sang Penguasa Desa

Perjalanan Waktu sang Penguasa Desa

Begitu masuk rumah mereka disambut keadaan yang hangat, ketika duduk di sofa mereka merasakan keempukan, seperti duduk di atas kapas yang tebal. Apalagi meja kaca dengan hiasan seperti air dilautan. Meja kaca itu terlihat sangat luar biasa, suatu karya seni yang indah. Amarta yang menyukai seni tentu sangat merasa takjub melihat itu. Terlebih di dinding-dinding rumah terdapat beberapa lukisan yang sangat indah. Membuatnya semakin terpana, ia bahkan enggan untuk duduk karena melihat-lihat isi rumah Rama. "Paman, jika kau ingin berjalan-jalan aku akan meminta Fatta untuk menemanimu!!" tawar Rama, Amarta mengangguk setuju, ia begitu terhipnotis dengan pemandangan di dalam rumah Rama.
9.977.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai novel rumah kaca
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Ummi
"Ehm...Memberitahukan kepada para pasukan, Perjalanan Waktu sang Penguasa Desa Season 2 akan hadir dengan judul PWSPD 2 : AKHIR DUNIA" Rama menatap author dengan seksama, apakah ia harus menyampaikan ini? "Jadi diharapkan para pasukan kembali, jangan nongkrong terlalu lama di lapak lain! Sekian!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

Tante Jesica menundukan kepalanya sekejap kepada Anggara memberi salam. "Tentu saja." Citra menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan tangannya dari pelukan Anggara. Waktu berlalu dan Citra berhasil menghindar dari Anggara sampai acara hampir selesai, ketika acara hampir selesai, ia mendapati dirinya terdorong untuk berdiri di depan peti kaca yang bertuliskan "TIDAK DIJUAL". Karya itu adalah sebuah lukisan sebuah rumah yang bergaya klasik dengan pemandangan pegunungan yang asri, terlihat sangat damai dan tenang.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Jendela kamar itu ternyata juga di kunci dari luar, Diana sudah memaku kuat jendela itu agar tak bisa di buka lagi. Caca mengintip dari dalam kamar dan melihat hanya pematang sawah yang ada di siai rumah tempat dia berada. Rumah yang Diana sewa adalah satu-satunya rumah yang ada di tengah hamparan sawah yang ada hampir beberapa dua kilo ke depan.
7.3129.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Elena kembali terpana. Bunga-bunga di rumah kaca ini jauh lebih indah dari yang ia bayangkan. Rumah kaca itu besar dan tinggi, dengan atap melengkung dari kaca bening. Cahaya alami masuk lembut, membuat warna bunga tampak bersinar. Dindingnya juga dari kaca, memperlihatkan taman di luar. Beberapa pot besar penuh bunga berwarna merah muda dan putih tergantung dari langit-langit. Di bawahnya, jalan setapak dari batu kecil berkelok di antara hamparan bunga.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

Dan saat bangunan itu terlihat, napas Lura tertahan. Rumah kaca itu jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Dindingnya dihiasi tumbuhan rambat yang tumbuh dengan teratur, seperti telah dirawat dengan cinta selama bertahun-tahun. Struktur kaca dan besi tua berpadu anggun, memantulkan sisa-sisa cahaya senja. Ada kehangatan dan kesakralan di tempat itu—seperti masuk ke dalam hati seseorang yang tak pernah terbuka untuk siapa pun.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
BERUANG GUNUNG ALTAY

BERUANG GUNUNG ALTAY

"Kelihatannya perempuan yang dicintai oleh manusia plasma ada di balik jendela besar itu. Dia menunggunya membuka gorden jendela untuk melihat wajahnya." "Itu gunanya teman play boy," komentar Raka. "Aku tidak kepikiran ke arah itu." "Jo melihat dari rentetan kejadian di rumah goa," kata Inara. "Manusia plasma membuat rumah goa yang indah dan unik untuk perempuan di balik jendela besar itu." "Aku juga teringat itu dan hanya pujangga cinta yang langsung nyambung dengan kejadian itu." Kemudian Raka menoleh ke Nick. "Kamu tahu kamar siapa itu?"
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Kami berdua sama-sana terdiam dengan pikiran kami masing-masing. Aku menatap jalanan yang menuju ke pusat kota. Dan ternyata kami berhenti disalah satu kawasan apartmen mewah. Apa bangunan ini yang disebut rumah? Tempat yang sangat luar biasa dengan dinding-dinding yang terbuat dari kaca membuat sinar matahari terpantul cantik dengan sempurna sampai masuk ke dalam. Barang-barang mewah yang terkena siluet sinar matahari terlihat berkilauan sampai aku sendiri takut untuk menyentuhnya. Menghabiskan berapa uang untuk mengganti jika aku berani menghancurkan barang-barang itu?
1032.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada sesuatu tentang 'Rumah Kaca' yang terus menghantui pikiranku. Novel itu terasa seperti eksperimen psikologis yang dibungkus dalam metafora kaca: rapuh tapi memantulkan segala hal di sekitarnya. Tema utama yang aku rasakan adalah tentang transparansi versus kerahasiaan — bagaimana kehidupan pribadi bisa dipaksa terbuka dan sekaligus hancur oleh tatapan orang lain. Tokoh-tokohnya berada dalam ruang yang terlihat dari luar; bukan cuma soal bangunan, tapi soal bagaimana masyarakat menilai, menghakimi, dan membentuk identitas seseorang lewat pengamatan yang tak mampu ditutup.

Di lapisan lain, 'Rumah Kaca' juga bercerita tentang kerentanan. Kaca memberi ilusi batas yang aman, padahal sebenarnya tipis dan mudah retak. Itu mengingatkanku pada hubungan keluarga di novel ini: solidaritas yang rapuh, rahasia lama yang menunggu untuk pecah, serta konsekuensi ketika kebohongan lama akhirnya terlihat. Ada pula nuansa kritik sosial — jurang kelas, kontrol sosial, dan bagaimana orang berusaha mempertahankan citra di depan publik. Semua itu ditulis dengan detail yang membuatku merasa ikut menahan napas tiap adegan pecahnya kebenaran.

Aku suka bagaimana penulis tidak memberi jawaban tunggal; tema-tema itu saling bertaut, membiarkan pembaca memilih sudut pandang. Untukku, 'Rumah Kaca' jadi pengingat bahwa keterbukaan bisa menyembuhkan atau menghancurkan, tergantung siapa yang memegang batu untuk melemparkannya. Novel ini panjang, pekat, dan meninggalkan rasa getir yang hangat ketika kututup bukunya.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status