CARAMEL CHOICE
Tepat saat aku berbalik badan, Bisma berjalan ke arahku sembari melambaikan tangan.
“Sial, kenapa dia di sini?” gumamku dalam hati dan mulai mendorong pelan kereta belanjaku.
“Nona, bukankah kamu menginginkan cemilan ini?” tanya pria itu kemudian menghentikan kereta belanjaku.
“Anda bisa memilikinya, permisi,” jawabku pelan sembari membungkuk dan berusaha menghindari Bisma.
“Paman, kenapa ada di sini? Oh, siapa ini, apakah itu kamu Caramel?” tanya Bisma membuatku tidak punya pilihan lain selain berhenti dan menyapa.
Hot Chapters