Bingkisan Dari Suami
Perempuan berpakaian lusuh, bertopi hitam, dan mengais karung besar berisi gelas pelastik bekas itu segera berjongkok membantu memasukkan kembali barag-barang kesayanganku ke dalam tas.
"Sekali lagi, Maaf, maaf ya nyonya."
Dia mengusap-ngusap tasku setelah memasukkan barang-barangku.
"Iya, iya nggak apa-apa." Kasihan melihat wanita itu, sungguh malang. Sudah pasti dia adalah pemulung yang hidupnya serba kekurangan. Mungkin, jika aku tidak diselamatkan Mas Arka. Nasibku akan sama seperti pemulung itu.