Ah! Enak Mas Dokter
Barta menggeleng pelan, "Saya tidak grogi. Saya ini Dokter, saya sudah biasa menangani pasien wanita. Kedekatan kita ini tidak membuat saya berpikir macam-macam. Apalagi kamu masih Istri orang."
Sisca mengangguk, mengiyakan. "Nah, bener tuh Dok. Ngapain juga Dokter grogi sama saya. Lagian saya yakin Dokter itu udah punya pacar, atau cewek idaman yang Dokter incar. Iya 'kan? Kalau iya, saya do'ain Dokter berjodoh sama cewek itu."
Sisca tampak bersemangat mengucapkan kata-kata itu, hingga tanpa sadar bibirnya sedikit moncong ke depan, seperti ibu-ibu komplek yang keasikan membicarakan aib orang.