DI ATAS RANJANG MAFIA
Angin malam bertiup kencang, nyaris menerbangkan topi koboi kebanggaannya, namun pria itu hanya tersenyum tenang sambil memutar gelas anggur merah dalam genggamannya.
Sudah tiga hari berlalu sejak percakapan rahasianya dengan Sergio di kantin Mega Hospital. Georgino mendengus, membiarkan cairan merah itu membasahi tenggorokannya.
Klan Riciteli, yang selama ini digdaya sebagai klan Mafia paling canggih, ternyata hanyalah sekelompok berandal amatiran di matanya. Mencari satu orang bernama Maxi saja mereka gagal total!