Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Bagaimana bisa temannya ini yang jelas jelas duduk berdekatan tidak mendengarkan siswa itu berkenalan sama sekali. “Kurasa tadi telingaku sedang berlibur ke Paris” jawab Raina sembari memakan nasi gorengnya yang mulai dingin. “Ke Paris hanya beberapa detik saja? Ayolah dapat apa disana kalau hanya sekilas saja” kata Clara. Raina hanya menggeleng gelengkan kepalanya lalu tertawa kecil. “Siswa itu bernama Raynal Anggara, panggilannya Raynal” kata Clara.
18.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Antara Dilema & Cinta

Antara Dilema & Cinta

Muka Nicho muncul di depan kamera. "Lumayan," "Gimana kalau saya bacain cerita?" "Boleh." Nicho mengambil sebuah buku dari lemari di sampingnya. "Suatu hari, berkisah ada tiga babi kecil..." Nicho bercerita dengan suara pelan. Matanya fokus menatap buku dan Gracia secara bergantian. Pelan-pelan, gawai Gracia semakin turun. Gawainya ditaruh di samping bantalnya.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
LOLOLOVE : My Billionaire Secretary

LOLOLOVE : My Billionaire Secretary

☁Selamat Membaca☁ “Aku akan memotong gajimu!” Nic turun dari mobil dan nampak begitu emosi, dia bahkan menunjuk-nunjuk muka Cloud dengan kesal sebelum merapikan jasnya. Pria itu buru-buru masuk ke dalam gedung tempat tujuannya. Sedangkan Cloud yang kena sembur hanya bisa menggerutu, dia menoleh Loloco yang meringkuk ketakutan karena baru saja diajak balapan liar. Gadis itu memilih menitipkan kunci mobil ke satpam, berkata bahwa ada kucingnya di dalam mobil dan dia harus bergegas menyusul Nic.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Bangkit Dari Putus Asa

Bangkit Dari Putus Asa

Setelah getaran terakhir kehidupannya lewat, dengan mudah dia menggantung rusa yang berat itu dan mulai mengulitinya. "Jadi, kau ini minum air dari danau itu? Apa tetua di desamu tidak pernah bercerita tentang kutukan Kubangan Babi? Tom apa kau juga tak pernah mendengar cerita itu?" Cedric menatap mata kedua orang didepannya bergantian. "Aku bukan berasal dari tempat ini, aku berasal dari ibukota," Glover menjawab pelan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Owned by The Don

Owned by The Don

ADEGAN BAB 33 — GEREJA DI CALABRIA Kabut pagi masih bergelayut di lereng Gunung Consolino ketika langkah Carlo dan lainnya menapaki jalan batu yang licin. Di hadapannya, siluet sebuah bangunan kecil mulai tampak, berdiri sendirian di atas tanah yang seakan menyimpan rahasia berabad-abad lamanya. Cattolica di Stilo—begitu orang-orang menyebutnya.
806 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Lestari dan Dian berdiri di depan gerbang dusun sambil melambaikan tangan mereka hingga kereta kuda menghilang dari pandangan mereka. ... Seorang pria paruh baya berwajah licik yang mengenakan mantel dan topi bulu tiba di Gunung Naga Biru yang terletak di Kabupaten Hiloka dengan menunggangi kuda. Ada sebilah pedang yang bergantung di punggungnya dan selembar peta di tangannya. Setelah mengamati sekelilingnya sejenak, dia berteriak dengan lantang, “Tombak adalah tongkat, pedang adalah bunga. Meskipun berkelana tanpa nama dan rumah, semua adalah keluarga di jalan asri ini!”
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214.9K kali sebagai cerita ngloco
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Bintara menjelaskan dengan cepat dan tergesa-gesa, matanya masih terus mencari ke segala arah, seolah berharap melihat sosok kecil Rohana di tengah keramaian. “Dia baru beberapa bulan, rambut hitam lebat, mengenakan baju merah muda dengan gambar kelinci,” Bintara berbicara cepat, hampir terisak. “Kami hanya sebentar mengantri es krim. Lalu … ketika kami kembali, dia sudah tidak ada.”
9.83.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

tanya Bawana penasaran. “Benar ayah. Jinggo juga ingin tahu,” ujar Jinggo. Mendengar itu Lintang lantas menarik napas panjang, membuat Jinggo, Mayang, Limo, Bawana mematung menanti penjelasannya. “Insiden itu terjadi sekitar 8 bulan yang lalu, lebih tepatnya ketika aku sedang menyelidiki kerajaan Galo yang telah meracuni suatu desa makmur di arah timur Nagari Sakuta,” ungkap Lintang mulai berbicara.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Cinta sang Petualang

Cinta sang Petualang

Suara laki-laki bernada tinggi tiba-tiba muncul dari samping. 3 laki-laki yang mendekat dan berpakaian seperti gangster, dengan rambut lurus, rantai perak, jeans berlubang, wajah kurus, dan rokok di mulut mereka. Eko adalah seorang penjaja yang menjual makanan ringan goreng tepat di samping pemuda itu. Demikian pula, karena cuaca panas dia tidak punya banyak urusan dan duduk di kursinya dengan ekspresi khawatir.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

“Selama hidupku, aku hanya mengangkat dua orang murid saja. Yang seorang adalah pria tua yang tadi itu.” Bungo melirik ke kanan, ke sudut gubuk di mana tadi seorang pria tua mati dengan tubuh menghitam setelah tertancap oleh Keris Narako, lalu tubuhnya pecah menjadi butiran-butiran debu dan abu yang menghilang bersama tiupan angin. “Dan yang seorang lagi,” Simpai Gilo menghela napas dalam-dalam, “adalah Rumada, Siladiang Kamba.”
1074.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai cerita ngloco
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status