KADO UNTUK PERNIKAHAN SUAMIKU
Makian dan omelan Ibu hampir tiap hari terdengar.
"Pengangguran kamu! Kerja yang benar! Cari duit. Punya istri dua, nyusahin dua-duanya!" Hardik Ibu yang sudah sangat kuhafal.
Calista, perempuan sok cantik itu menikah hanya sebatas status. Jangankan hartanya, Jatah malam pertama saja dia tak berikan. Sehingga aku tak merasa rugi bercerai dengannya, Terlebih seperti Pak Hadiyaksa tak lagi mengancam seperti sebelum-sebelumnya. Dasar tua-tua sombong, punya harta segitu saja udah merasa memiliki nyawa orang lain.