Ada satu kisah taubat yang sempat mengguncang media sosial beberapa waktu lalu, tentang seorang mantan preman pasar yang akhirnya menemukan jalan hidayah. Ceritanya viral karena perubahannya yang drastis—dari sosok yang ditakuti karena suka memalak pedagang kecil hingga menjadi relawan yang rajin membantu masyarakat sekitar. Yang bikin netizen terkesan adalah konsistensinya; dia bahkan membagikan proses perubahannya lewat video-video pendek, mulai dari momen ketika pertama kali shalat berjamaah di masjid sampai aktivitasnya sekarang mengajar ngaji anak-anak jalanan.
Yang bikin ceritanya makin menarik adalah latar belakangnya yang kontras. Dulu, wajahnya sering muncul di grup-grup WhatsApp warga sebagai 'tukang tagih' yang galak, tapi sekarang justru jadi inspirasi banyak orang. Salah satu unggahannya yang paling banyak dibagikan adalah saat dia meminta maaf secara terbuka kepada pedagang yang pernah ia terror. Reaksinya yang tulus bikin banyak orang tersentuh—bahkan ada yang sampai membuat thread panjang di Twitter tentang bagaimana satu pertemuan dengan seorang ustadz lokal bisa mengubah hidupnya 180 derajat.
Media sosial memang suka dengan narasi transformasi seperti ini. Selain cerita si mantan preman, ada juga kisah seorang wanita mantan pekerja club malam yang sekarang aktif berceramah. Bedanya, viralitas ceritanya lebih karena caranya yang blak-blakan membongkar 'dunia malam' dari perspektif mantan insider. Konten-kontennya sering dijadikan bahan diskusi, terutama oleh kalangan muda yang penasaran dengan sisi gelap industri hiburan. Tapi justru di situlah keunikannya—dia tidak menggurui, melainkan berbagi pengalaman dengan gaya bercerita yang santai tapi menusuk.
Kalau ditanya mana yang paling viral, sepertinya kedua cerita ini punya porsinya masing-masing. Tapi yang pasti, keduanya sama-sama membuktikan bahwa konten dengan pesan positif bisa dapat tempat di antara hiruk-pikuk media sosial. Entah kenapa, netizen memang selalu tertarik dengan kisah orang-orang yang berhasil 'keluar dari lubang hitam' dan menemukan cahaya baru.