Putra Putri Bunga
“Apanya yang tidak bisa?”
“Aku tidak bisa mengupasnya,” jawabnya cuek, namun ada sedikit semburat merah tipis di pipinya. Sinta yang melihat itu bengong untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia tertawa terbahak-bahak, membuat laki-laki di depannya jengkel. Akhirnya, kunjungan Sinta hari itu berakhir dengan sedikit tak terduga, mereka berdua memakan nanas di halaman rumah pria yang mengenalkan dirinya sebagai Rama. Dia tidak seburuk gosip yang beredar, bagi Sinta, dia hanya seorang pemuda yang tidak paham cara berinteraksi dengan orang lain. Intensitas pertemuan mereka bertambah, Rama tak merasa terganggu lagi dengan kehadiran Sinta di sekitarnya, meski gadis itu sangat sering galau dan dia t
Hot Chapters