Lima Samurai Batavia
Memang sudah lebih dari belasan tahun, kesepuluh pendekar berpedang ini tinggal bersama guru mereka di gubuk sederhana kaki gunung.
"Hey! Si Bodoh! Aku berpasangan denganmu, ya?" Di kelompok lainnya, Si murid pedang terbodoh dirangkul tiba-tiba oleh Si murid pedang terceria dan pandai berkelakar. Kalau mereka berdua sudah menyatu, suasana latihan, berburu, atau makan bersama pasti penuh canda tawa. Si ceria selalu membuat lawakan yang membuat Si terbodoh terlihat konyol. Gelak tawa pasti mewarnai ke delapan saudara seperguruan lainnya. Saking konyolnya, si bungsu imut pernah tertawa sampai mengeluarkan air mata dan pegal di tulang pipi. Meski begitu, Si terbodoh tak merasa sakit hati. Dia ma
Chapitres populaires