Gombalan lewat chat itu seperti bumbu dalam percakapan—harus pas dosisnya dan disesuaikan selera. Aku suka memulai dengan pujian spesifik, bukan sekadar 'kamu ganteng'. Misalnya, 'Aku baru sadar chat dari kamu itu kayak charger—bikin baterai hariku full terus.' Kuncinya adalah membuatnya merasa istimewa tanpa terkesan terlalu desperate.
Selain itu, timing juga penting. Jangan langsung meluncurkan gombalan di awal percakapan. Tunggu sampai obrolan mengalir natural. Contoh lain yang sering ku pakai: 'Kamu tau nggak kenapa aku slow respon? Soalnya setiap baca chat kamu, aku harus tersenyum dulu 5 menit.' Humor dan kejujuran biasanya bikin gombalan lebih diterima.