LOGINMona terkejut tatkala menemukan chat mesum antara Ramdan dan kakak iparnya sendiri yang bernama Yuli. Pantas saja selama ini Ramdan--sang suami berbuat sangat mencurigakan dan terlihat manja pada Yuli yang notabene hanya kakak angkatnya. Bahkan Ramdan suka sekali curhat dan membuat status yang menjelek-jelekkan Mona yang selama ini setia padanya. Apakah yang dilakukan Mona setelah menemukan hal yang menyakitkan tersebut? Terutama dia tahu kalau Satria yang merupakan suami dari Yuli telah sangat baik.
View MoreSebulan berlalu pasca kami melakukan wikwik. Entah mengapa aku jadi sering pusing, rasanya badanku sangat lemas. Pagi ini saja aku keluar kamar dengan berat jika bukan karena ingin mengantar Mas Satria pergi kerja.Jujur, perutku saat ini seperti diaduk-aduk padahal maghku sudah lama gak kambuh. Aku ingin sekali menahan Mas Satria tapi aku tidak mau merepotkannya. Aku harus berpura-pura baik-baik saja, selama masih bisa aku tangani sendiri.“Kamu, tunggu di rumah, ya? Jangan ke mana-mana, ya?” ujar Mas Satria sambil mengelus puncak kepalaku.Aku mengangguk. “Iya Mas, tapi—“ Belum juga aku sempat menyelesaikan kalimatku tiba-tiba kepalaku rasanya berputar dan pandanganku menggelap.Reflek aku memegang kepalaku“Auw!”“Mon, kamu kenapa? Apa kamu pusing lagi?” tanya Mas Satria.“Iya, nih Mas saya ….”BRUK.Dan aku pun tak ingat apa-apa lagi.(***)Aku terbangun lagi ketika sentuhan lembut mengenai pipiku. Meski masih pusing, aku mencoba membuka mata dan berusaha bangkit karena perutku sep
Tiba di hotel, Mas Satria sudah semangat menebar senyuman khasnya pada siapa saja. Aneh banget sih, lelaki satu ini padahal kami juga baru melakukannya beberapa hari lalu tapi masih aja semangat buat ngejar setoran. Saking semangatnya, dia bahkan bersikap baik pada semua orang yang berpapasan bersama kami sampai si Mbak-Mbak resepsionis salah paham dan bisik-bisik tetangga.Sampai di kamar, aku lebih dulu masuk ke kamar mandi.Bukan. Bukan karena aku tidak bisa menahan diri untuk melakukan hal istimewa itu tapi rasanya sepanjang hari ini badanku lengket, sehingga aku tak sabar untuk mandi dan aku pun kebelet pipis.Dalam proses acara mandi, aku sengaja memakai sampo terbaik yang aku punya, semata-mata agar Mas Satria merasa bahagia apabila nanti kami bersentuhan dan tergoda mencium aroma sampo yang kupakai.Tak kupungkiri, aku juga sangat menantikan saat-saat ini. Di mana kami hanya berdua saja tanpa ada pengganggu.Senyuman tak henti merekah setiap aku memulaskan sampo dan conditione
POV Satria Aku tersenyum saat melihat Mona dengan gembira menapaki pasir yang terbentang di salah satu pantai yang ada di Garut. Setelah permintaannya yang membuatku bahagia aku berencana membuat honeymoon untuknya. Seperti pagi ini, aku sengaja membawa Mona melarikan diri sebentar saja dari aktivitas menyesakkan yang menimpa kami. Sebenarnya, ide ini kulakukan secara spontan akibat kasian kepada Mona yang akhir-akhir ini sering terlihat sakit dan depresi.Tanpa siapa pun tahu, sebenarnya aku seringkali memergoki Mona menangis diam-diam dan melamun terutama setelah kami menikah.Entah ini perasaanku saja atau bagaimana, yang jelas Mona tetaplah Mona. Seorang wanita yang akan berpura-pura kuat padahal hatinya sangat rapuh."Ya ampun Mas, lihat deh karangnya cantik banget," seru Mona seraya menunjuk karang yang berbaris teratur di bibir pantai.Jilbab panjang Mona yang bergoyang tertiup angin dan pipinya yang kemerahan ketika diterpa matahari membuat mataku tak ingin beralih dari sos
Air wudhu dan suasana masjid yang damai telah berhasil membuat kepala dan jiwaku kembali mendingin. Tadi setelah memberi Bang Ramdan pelajaran, aku memutuskan untuk tidak langsung ke klinik menjemput Gaza tapi belok dulu ke masjid yang ada di pinggir jaLan untuk berwudhu, dan mengaji karena waktu shalat masih lama. Beruntung Mbok Nah mau memahami meski aku telat menjemput tapi dia gak masalah.Sebagai sosok seorang ibu, aku tak mau datang menemui dengan Gaza dengan suasana hati yang kacau karena khawatir malah masih terbawa suasana. Apalagi jika Gaza tahu kalau ibu sambungnya senang mengumpat jika sedang emosi seperti tadi, bisa runtuh citra yang kubangun selama ini.Agh, aku memang bukan contoh yang baik! Kenapa aku bisa mempermalukan diri sendiri?Penat. Sejenak aku menyandarkan diri ke tembok masjid usai menyelesaikan membaca satu surat dalam alquran. Kuarahkan mataku memandang taman masjid yang sejuk sambil memikirkan tentang apa yang aku sampaikan pada Bang Ramdan ketika tadi b
Aku pergi ke rumah sakit yang disebutkan Mela bersama Dina dengan menggunakan motor yang biasa dipakai Dina kuliah. Sepanjang perjalanan aku benar-benar cemas tapi tetap berusaha untuk bersikap waras sementara Dina terus saja menangis dan menambah kekalutan. Jujur, jauh di dalam hati aku pun meras
Mas Satria terlihat menajamkan matanya sambil memegang tangan Mbak Yuli dengan kuat. Lelaki itu terlihat sangat marah karena kelakuan Mbak Yuli yang di luar dugaan. Di saat membingungkan seperti sekarang. Jujur, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, ingin rasanya marah tapi ada Mas Satria yang
Apa yang kutakutkan akhirnya terjadi. Aku sudah menebak Bang Ramdan pasti akan memanfaatkan kemiskinanku suatu hari. Sejujurnya, baik aku mau pun Mamah kami sangat syok ketika mengetahui kalau almarhum bapak yang sudah setahun meninggalkan kami ternyata berhutang pada Bang Ramdan dan buruknya itu d
Taksi online yang membawaku pergi dari rumah Bang Ramdan telah berhenti tepat di depan pagar kediaman Mamah. Selepas menyerahkan uang pada sopir aku bergegas masuk.Saking terburu-burunya aku bahkan gak memperdulikan penampilanku yang awut-awutan. Tadi setelah meminta cerai pada Bang Ramdan dan men


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.