LOGINYasmin seorang istri yang tidak banyak tingkah, namun harus dihadapkan pada problema pernikahan terdahulu mantan istri suaminya. Hani—sang mantan istri terus mengirimkan chat WA pada Haris. Dirinya merongrong minta dibelikan ini dan itu oleh mantan suaminya, yang tak lain adalah suami Yasmin. Mampukah Yasmin mengahadapi tingkah mantan istri suaminya?
View MoreChat WA Mantan Istri Suamiku 16Di sini, di sebuah klinik milik Dokter Natasya. Dahiku baru saja di bersihkan dari sisa-sisa darah yang sempat tertempel, tidak di jahit memang tapi masih meninggalkan rasa yang cukup sakit, terlebih di dalam rongga dadaku. Entah kesalahan apa yang sudah aku buat, hingga masalah tak kunjung menghilang dari pandangan."Dalam beberapa hari lukanya pasti akan mengering. Lain kali hati-hati ya, jangan sampai terpeleset di kamar mandi lagi." ucap Dokter Natasya mengingatkan. Kami memang terpaksa berbohong padanya tentang penyebab luka pada dahiku, mana mungkin mengatakan yang sebenarnya kalau ini terjadi karena ulah Ibu."Iya Dok, terima kasih banyak."Setelah menyelesaikan semua biaya pengobatan, aku di papah oleh Mas Haris untuk langsung menuju mobil yang terparkir tepat di halaman klinik."Kepalamu masih sakit?" tanyanya terlihat cemas, aku pun mengangguk singkat.Mobil mulai melaju membelah jalanan, hanya suara mesin mobil yang menemani. Baik aku ataupun
Chat WA Mantan Istri Suamiku 15Aku mendekat lalu menarik tasnya dengan paksa, dengan cepat pula aku mengambil sesuatu dari dalamnya. Benda pipih itu juga ikut menghantam paving blok halaman rumah, memangnya dia saja yang bisa berbuat semena-mena. Aku juga bisa dan bahkan lebih dari yang dia lakukan."Kita impas sekarang!" Senyumku, dan giliran Ibunya Mbak Hani pula yang terkejut. Matanya melotot seperti hendak keluar dari tempatnya, sementara suaminya hanya berdiri dalam diam."Ka-kamu! Ponsel kesayanganku." pekiknya langsung berlari untuk mengambil handphone miliknya yang tadi aku lempar dengan keras."Yas." Mas Haris menyentuh pundak ku, spontan aku juga menoleh padanya."Aku mendukungmu, apapun yang akan terjadi kita hadapi bersama-sama." tuturnya pelan, tapi mampu menambah energi dan semangatku hingga berkali-kali lipat.Ibunya Mbak Hani bangkit, dengan handphone di genggaman tangan dia berjalan mendekati kami."Kamu harus mengganti ponsel ini, Yasmin! Layarnya retak dan sekarang
Chat WA Mantan Istri Suamiku 14Pagi ini aku hampir kesiangan, semuanya terjadi karena telepon dan SMS yang semalam terus-menerus dikirim oleh Ibunya Mbak Hani, bahkan Mas Haris sampai memblokir nomor mantan Ibu mertuanya itu. Jika tidak begitu mungkin sampai pagi ini dia tetap akan menggangu kami.Menurutku tidak pula ada gunanya meladeni Ibunya Mbak Hani, tidak ada kepentingan sedikitpun kecuali dia yang terus memaksa kami untuk mengirimkan uang sesuai permintaannya. Dan kami kompak menolaknya, siapa dia memangnya. Ibuku saja tidak pernah meminta uang pada kami, anak dan menantunya. Masa iya Ibunya Mbak Hani yang ngotot minta ditransfer. Tidak beres memang!"Ini bekal untuk Nia dan yang ini untuk Papa ya." ujarku, menunjuk dua buah kotak untuk makan siang mereka.Mas Haris memang biasa aku bawakan bekal makan siang, tapi untuk Nia ini yang pertama kalinya. Anak itu tidak menolak, dia meraih kotak makan berwarna merah muda yang tadi aku sodorkan."Dan ini uang saku untuk Nia,""Sepul
Chat WA Mantan Istri Suamiku 13"Lihatlah video ini sampai selesai," ucapku meminta Nia untuk menonton rekaman CCTV tersebut, bukan lewat handphone tapi lewat laptop supaya dia bisa melihatnya dengan lebih jelas.Dia sempat menolak sebelumnya tapi Mas Haris langsung menarik tubuhnya untuk mendekat. Sehingga mau tidak mau mata itu fokus menonton rekaman video CCTV, aku dan Mas Haris pun tak luput menyaksikannya meski ini bukan kali pertama untuk kami.Durasi video itu lumayan lama ternyata, syukurlah Nia tetap menyimaknya dengan seksama. Walaupun awalnya dia lakukan karena keterpaksaan, meskipun begitu aku juga yakin kalau rasa penasaran ikut mendorongnya untuk membuka mata serta pikiran.Berhasilkah cara ini? Suatu cara yang terkesan keras nan pahit untuk anak seusianya. Namun aku memegang teguh sebuah prinsip, seperti kata pepatah yang mengatakan lebih baik berkata jujur walau itu menyakitkan, daripada berkata bohong hanya untuk menyenangkan perasaan orang lain.Video itu sudah seles












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews