Ifat
Rasa sakit di dada dan rusuk kiri ini sama dengan yang pernah aku dapat dari pertandingan pertama melawan Supporn dulu, hanya saja dengan derajat yang lebih tinggi.
Rasa sesak, dan yeri serupa tikaman pisau aku rasakan menusuk-nusuk jantungku, hingga aku tidak bisa menarik nafas dengan benar.
Hanya hirupan udara yang pendek-pendek dan patah-patah yang bisa kulakukan, seperti ayam kejang-kejang meregang nyawa pasca pisau jagal menyambar lehernya.
“Kalau kita bawa ke rumah sakit aku khawatir dia nanti dioperasi, dipasang pin, dan itu butuh waktu lama untuk sembuh, bisa bertahun-tahun.”
Hot Chapters